23/10/2026
Screenshot 2026-10-23 at 08.35.53

Jakarta, Batas.id – Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dan pesantren dalam pembangunan bangsa. Selain berperan dalam pendidikan agama, pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk mencetak sumber daya manusia yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, menilai perhatian pemerintah terhadap dunia pesantren tercermin dari penguatan kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Menurutnya, keberadaan direktorat jenderal tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk generasi penerus bangsa.

Syahganda juga menyoroti kehadiran sejumlah tokoh berlatar belakang santri dalam Kabinet Merah Putih. Hal tersebut dinilai membuka peluang bagi nilai-nilai pendidikan pesantren untuk berkontribusi lebih luas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan nasional.

Ia menegaskan, pesantren memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menumbuhkan toleransi, serta membentuk karakter masyarakat. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa sekaligus modal untuk membangun masa depan Indonesia.

Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Syahganda menyampaikan apresiasi kepada para santri dan pesantren atas kontribusinya dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat kerukunan, dan mendukung kemajuan Indonesia. Ia berharap pesantren semakin berperan dalam membangun peradaban Indonesia yang berlandaskan ilmu pengetahuan, nilai moral, dan persatuan.

Santri Didorong Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Sementara itu, Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya peran generasi santri dalam menentukan arah masa depan bangsa. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Hari Santri tahun ini mengajak para santri melanjutkan semangat perjuangan pendahulu melalui kontribusi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut Nasaruddin, perjuangan santri saat ini tidak lagi terbatas pada upaya mempertahankan kemerdekaan. Pengabdian kepada negara juga perlu diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pemanfaatan teknologi, pengembangan inovasi, serta penerapan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai perubahan tantangan zaman menuntut santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan pendidikan pesantren.

Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, pesantren diharapkan mampu menghasilkan generasi yang memiliki kompetensi akademik, daya saing, integritas, dan kepedulian sosial. Perpaduan antara pengetahuan agama dan keterampilan modern dinilai penting agar santri dapat mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan.

Nasaruddin juga mendorong pesantren untuk mengoptimalkan tiga fungsi utamanya, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui pendidikan, pesantren membentuk generasi berilmu. Melalui dakwah, pesantren menanamkan nilai-nilai kebaikan. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat menjadi sarana bagi pesantren untuk berkontribusi langsung dalam menjawab persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya menjadi milik kalangan pesantren atau umat Islam, melainkan juga seluruh masyarakat Indonesia. Peringatan ini merupakan kesempatan untuk mengenang perjuangan para pendahulu, memperkuat persatuan, dan meneguhkan kecintaan terhadap tanah air.

Semangat tersebut diharapkan menjadi penggerak bagi seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama membangun Indonesia yang maju, inklusif, dan berkarakter. Dengan demikian, santri dan pesantren dapat terus mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *