09/10/2026
Penandatangan Kerjasama Apitu<panasonic dan UnsadaWhatsApp Image 2026-10-08 at 21.40.03

Foto Bersama Menaker, Ketum Apitu Indonesia, Rektor Unsada dan Arif Gobel pada Acara Penandatanganan MoU dan Seminar Nasional di Auditorum Unsada Kamis, 8/10

Jakarta, Batas.id – Perkumpulan Ahli dan Praktisi Pendingin Tata Udara Indonesia (APITU), PT Panasonic Gobel Indonesia dan Universitas Darma Persada (UNSADA) memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia dibidang HVACR Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tripartit yang berlangsung di Auditorium Unsada, dalam rangkaian acara Seminar Nasional HVACR Indonesia di Auditorium Universitas Darma Persada Jakarta Timur, Kamis (8/10).

Kolaborasi tiga pihak yakni industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi. Ketiganya berkolaborasi untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan Sumberdaya yang Kompeten dibidang pendinginan dan tata udara di Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., hadir sebagai keynote speaker, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung dunia industri dan institusi pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mengurangi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.

“Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata. Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret bagaimana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing,” ujar Yassierli.

Rektor Universitas Darma Persada, Dr. Agus Salim Dasuki, M.Eng., mengatakan kehadiran Training Center Panasonic memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan teknologi.

“Kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri. Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja,” kata Agus Salim Dasuki.

Ketua Umum APITU Indonesia, Agus Susilo, menilai peningkatan kompetensi dan standardisasi profesi menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi tata udara dan refrigerasi.

Menurut dia, teknisi tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami standar keselamatan kerja serta perkembangan teknologi  pendingin dan refrigrasi.

“Profesi teknisi tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar. Melalui kerjasama ini, APITU berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi dan sertifikasi teknisi agar mampu menjawab perkembangan teknologi,dan kebutuhan SDM yang kompeten”.  ungkap Agus Susilo.

Setelah penandatanganan MoU dan peresmian Training Center, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Membangun masa Depan Smart & Green Building : Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *