BATAS.ID, JAKARTA – Penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi, pelaku industri, dan praktisi profesi kembali dipertegas. Tiga pilar strategis—Perkumpulan Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU Indonesia), raksasa elektronik PT Panasonic Gobel Indonesia, dan Universitas Darma Persada (UNSADA)—resmi menjalin kolaborasi strategis melalui rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Tripartit dan Seminar Nasional HVAC-R 2026.
Mengangkat tema “Membangun Masa Depan Smart & Green Building: Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing”, agenda besar ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di Auditorium Kampus UNSADA, Jakarta Timur.
Kolaborasi ini diinisiasi untuk menjawab dinamika pesat teknologi tata udara (Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration / HVAC-R) yang kian menuntut ketersediaan sumber daya manusia (SDM) adaptif, tersertifikasi, dan berdaya saing global.

Link and Match: Menjembatani Kampus dan Industri
Ketua Umum APITU Indonesia, Agus Susilo, menegaskan pentingnya membangun ekosistem kemitraan terpadu (Link and Match). Sinergi bersama UNSADA dan Panasonic diproyeksikan mencakup peningkatan kompetensi (upskilling), riset terapan, magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik siap pakai.
“Sinergi ini diharapkan memberikan manfaat konkret dan berkelanjutan bagi kemajuan pendidikan tinggi teknik, penguatan profesi teknisi pendingin, serta kemajuan industri HVAC-R nasional,” tegas Agus Susilo dalam keterangannya.
Hadirkan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia
Sebanyak 400 peserta yang terdiri atas 250 praktisi APITU Indonesia dan 150 civitas akademika/mahasiswa UNSADA ditargetkan memadati auditorium kampus.
Acara ini direncanakan dibuka dengan kehadiran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., yang akan bertindak sebagai keynote speaker untuk membedah arah kebijakan ketenagakerjaan dan standarisasi kompetensi SDM di era industri modern.
Tidak sekadar seremoni MoU, seminar nasional ini menyuguhkan materi komprehensif dari hulu ke hilir:
- Pengenalan Teknologi Mutakhir: Presentasi Product Knowledge terkini dari tim PT Panasonic Gobel Indonesia.
- Technopreneurship Tata Udara: Sesi motivasi bisnis oleh Agus Susilo untuk memacu mahasiswa menangkap potensi usaha di industri pendingin.
- Teknik Dasar & Termodinamika Cold Storage: Pendalaman siklus refrigerasi dan standar mutu ruang pendingin oleh pakar akademisi Dr. Ir. Suhengki, A.Md.Pi., A.Pi., M.T.
- Desain Sistem & Rencana Bisnis Cold Storage: Pembahasan kalkulasi teknis, efisiensi energi, logistik, hingga analisis investasi oleh praktisi senior Pujiono, A.Md.T. dan H. Tata Hendratna.
- Refrigerated Air Dryer: Pemaparan teknologi sistem pengering udara industri oleh Dewan Pembina APITU Indonesia, H. Moch Zainul Arifin.
Ketua Pelaksana, Mujiono, menyampaikan bahwa seluruh persiapan kepanitiaan gabungan terus dimatangkan agar kegiatan berjalan optimal. Melalui integrasi pengetahuan ilmiah kampus, inovasi teknologi Panasonic, dan pengalaman riil teknisi APITU di lapangan, kolaborasi tripartit ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya teknisi dan wirausahawan teknik yang siap memimpin pembangunan gedung pintar ramah lingkungan (smart & green building) di Indonesia.
