Ancaman Bom Ganggu Hari Pertama MPLS di SDN Srengseng Sawah 15
Jakarta, Batas.id – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat terganggu akibat adanya ancaman bom yang diterima pihak sekolah pada Senin (13/7). Pesan ancaman tersebut dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada seorang pegawai tata usaha dan salah satu guru, saat kegiatan pembukaan MPLS tengah berlangsung.
Dalam pesan tersebut, pengirim mengaku telah menempatkan bom di sejumlah titik di lingkungan sekolah dan mengancam akan meledakkannya dalam waktu singkat. Menyikapi laporan itu, pihak sekolah segera menghentikan kegiatan MPLS, menghubungi kepolisian, serta mengevakuasi seluruh siswa dan tenaga pendidik sebagai langkah antisipasi.
Petugas gabungan dari Polsek Jagakarsa, Polres Metro Jakarta Selatan, Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya, serta unsur terkait kemudian melakukan sterilisasi dan penyisiran menyeluruh di area sekolah. Pemeriksaan dilakukan di ruang kelas, ruang guru, fasilitas umum, hingga area luar gedung untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan.
Setelah proses pemeriksaan selesai, kepolisian memastikan ancaman tersebut merupakan informasi palsu. Tim Gegana tidak menemukan bahan peledak maupun benda yang membahayakan di lokasi, sehingga area sekolah dinyatakan aman untuk kembali digunakan.
Meski demikian, penyelidikan tetap dilanjutkan. Kepolisian menyatakan telah mengidentifikasi pemilik nomor yang digunakan untuk mengirim ancaman dan saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku. Aparat menegaskan bahwa penyebaran ancaman palsu yang menimbulkan kepanikan masyarakat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak sekolah berharap pelaku segera ditangkap agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, kegiatan MPLS dan proses belajar mengajar akan kembali dilaksanakan setelah situasi dipastikan kondusif dan para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan aman.
