30/06/2026
Program Magang Nasional

Program Magang Nasional membuka peluang kerja bagi lulusan baru dan penyandang disabilitas. Peserta mendapat penghasilan hingga Rp6 juta per bulan, pendampingan profesional, dan peluang besar direkrut menjadi karyawan tetap.

Jakarta, Batas.id – Program Magang Nasional terus menunjukkan perannya sebagai salah satu strategi pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja. Tak hanya menjadi sarana bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman profesional, program ini juga mulai menghadirkan kesempatan yang lebih inklusif dengan membuka ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan kemampuan dan memperoleh pekerjaan yang layak.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa kesempatan bekerja tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi juga dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang memiliki kompetensi dan kemauan untuk berkembang. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil, inklusif, dan berdaya saing.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Rizky, peserta Program Magang Nasional yang merupakan penyandang disabilitas. Setelah mengikuti program tersebut, Rizky berhasil diterima bekerja di perusahaan tempatnya menjalani magang.

Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Rizky menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program tersebut.

“Sudah diterima bekerja, terima kasih, Pak,” ujar Rizky, sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (29/6/2026).

Bagi Teddy, pengalaman Rizky menjadi bukti bahwa Program Magang Nasional bukan sekadar memberikan pengalaman kerja sementara, melainkan mampu menjadi jalur nyata menuju dunia kerja bagi berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas.

Ia menilai setiap individu memiliki potensi yang sama untuk berkembang apabila diberikan kesempatan yang setara. Oleh karena itu, pemerintah berupaya membangun sistem yang lebih inklusif sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses pekerjaan.

“Mas Rizky merupakan salah satu peserta magang penyandang disabilitas yang kini telah berhasil mendapatkan pekerjaan. Ini menjadi contoh bahwa kesempatan yang sama dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujar Teddy.

Program Dirancang Lebih Inklusif

Menurut Teddy, pemerintah sejak awal merancang Program Magang Nasional agar tidak hanya diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi. Program tersebut juga akan menjangkau kelompok masyarakat lainnya, termasuk tenaga profesional yang ingin meningkatkan kompetensi maupun penyandang disabilitas yang membutuhkan akses lebih luas terhadap dunia kerja.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperluas kesempatan kerja di tengah tantangan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.

Melalui pendekatan inklusif, perusahaan juga diharapkan semakin terbuka dalam menerima tenaga kerja dari berbagai latar belakang serta memberikan kesempatan yang sama berdasarkan kompetensi dan kemampuan.

Penghasilan Hingga Rp6 Juta Selama Magang

Selain menjadi sarana belajar, Program Magang Nasional juga memberikan manfaat finansial bagi para peserta. Teddy menjelaskan bahwa peserta akan ditempatkan di berbagai perusahaan mitra selama enam bulan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.

Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku atau pendapatan yang mengacu pada Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah penempatan. Besaran yang diterima berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung lokasi dan ketentuan masing-masing daerah.

Tidak hanya memperoleh penghasilan, peserta juga mendapatkan pendampingan intensif dari mentor profesional di perusahaan. Pendampingan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan teknis maupun kemampuan kerja lainnya agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan kombinasi pengalaman kerja, pelatihan, dan bimbingan langsung dari dunia usaha, lulusan program diharapkan memiliki daya saing yang lebih tinggi ketika memasuki pasar kerja.

Tingkat Penyerapan Kerja Capai 30 Persen

Pemerintah menilai Program Magang Nasional telah menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, dari lebih dari 102 ribu peserta pada angkatan pertama, sekitar 30 persen langsung direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Sementara itu, peserta lainnya masih memiliki peluang besar untuk memperoleh pekerjaan dalam beberapa bulan setelah program berakhir.

“Sesuai data Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 30 persen peserta langsung bekerja. Sisanya diperkirakan akan direkrut oleh berbagai perusahaan dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan berikutnya,” kata Teddy.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program magang tidak hanya memberikan pengalaman, tetapi juga menjadi salah satu jalur efektif dalam menghubungkan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia industri.

Target Peserta Naik Menjadi 150 Ribu Orang

Melihat tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja, pemerintah memutuskan meningkatkan target peserta Program Magang Nasional pada tahun ini menjadi 150 ribu orang.

Peningkatan target tersebut juga didukung oleh bertambahnya jumlah perusahaan yang bersedia menjadi mitra penyelenggara. Pada pelaksanaan angkatan pertama, tercatat sekitar 8.800 perusahaan, baik dari sektor BUMN maupun swasta, telah berpartisipasi dalam program ini.

Dengan semakin banyaknya perusahaan yang terlibat, pemerintah berharap peluang kerja bagi para peserta akan semakin besar sekaligus membantu dunia usaha memperoleh tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman praktis.

Teddy optimistis Program Magang Nasional akan terus berkembang dan menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat transisi lulusan pendidikan menuju dunia kerja.

“Insya Allah pada angkatan kedua jumlah pesertanya akan lebih banyak. Semakin banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan mengikuti program ini, maka semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh warga Indonesia,” pungkas Teddy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *