Pemerintah, DPR, dan Bank Indonesia
Jakarta, Batas.id – Pemerintah bersama DPR RI, Bank Indonesia, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), serta sejumlah kementerian dan badan usaha milik negara (BUMN) menggelar rapat koordinasi guna memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tantangan ekonomi global.
Rapat yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Senin (29/6/2026), membahas berbagai langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mengantisipasi dampak gejolak ekonomi dunia terhadap kondisi dalam negeri.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan forum koordinasi tersebut menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi yang berkembang.
“Rapat koordinasi ini difokuskan pada upaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus melakukan mitigasi terhadap berbagai kondisi yang terjadi belakangan ini,” ujar Dasco dalam konferensi pers usai rapat.
Menurutnya, pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Ekonomi Nasional yang memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi beserta sejumlah rekomendasi kebijakan. Selain itu, rapat juga melibatkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pimpinan DPR RI, Komisi XI DPR RI, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta perwakilan Pertamina dan Pertagas.
Dasco menilai koordinasi lintas lembaga menjadi langkah penting agar kebijakan yang diambil pemerintah mampu menjawab tantangan ekonomi secara lebih cepat dan terintegrasi.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa seluruh peserta rapat memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi sebagai fondasi utama menghadapi ketidakpastian global.
Menurut Mari, kondisi ekonomi dunia yang masih dibayangi berbagai risiko, termasuk kenaikan harga energi dan minyak dunia, berpotensi memberikan tekanan terhadap inflasi serta daya beli masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan respons kebijakan dilakukan secara tepat dan terkoordinasi.
“Kesepakatan utama dalam rapat ini adalah menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek sebagai prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan pembahasan juga mencakup sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter agar langkah pemerintah dan Bank Indonesia berjalan selaras dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain membahas aspek makroekonomi, forum tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk bertukar pandangan mengenai berbagai kebijakan yang diperlukan guna memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap kebijakan ekonomi disusun secara komprehensif, mulai dari kebijakan fiskal, moneter, hingga sektor riil.
Salah satu isu strategis yang turut dibahas dalam rapat adalah upaya menjamin ketersediaan pasokan gas bagi sektor industri. Pemerintah menilai pasokan energi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas industri dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Prasetyo berharap koordinasi antarlembaga seperti ini terus diperkuat sehingga pemerintah mampu merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
“Kami berharap sinergi ini terus ditingkatkan agar perekonomian nasional tetap berjalan sesuai target dan mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tutupnya.
