Belanda susul pulang Jepang dan Jerman setelah kalah dari adu Penalti Dari Maroko.
Monterey, Batas.id — Babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan rangkaian kejutan besar yang mengubah peta persaingan menuju fase berikutnya. Dalam waktu kurang dari satu hari, tiga tim yang selama ini dikenal sebagai kekuatan sepak bola dunia harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dari yang diperkirakan. Belanda dan Jerman tersingkir melalui drama adu penalti, sementara Jepang harus mengakui keunggulan Brasil dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga menit-menit terakhir.
Hasil tersebut menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi salah satu edisi paling kompetitif dalam beberapa dekade terakhir. Tim-tim yang selama ini berstatus unggulan tidak lagi mudah mendominasi pertandingan karena lawan-lawan mereka mampu tampil disiplin, efektif, dan berani memberikan perlawanan sepanjang 90 menit bahkan hingga babak tambahan.
Belanda Tersingkir Dramatis dari Maroko
Belanda datang ke babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa yang cukup konsisten sepanjang fase grup. Tim asuhan Ronald Koeman diprediksi mampu melangkah lebih jauh berkat kombinasi pemain muda dan senior yang tampil solid.
Pertandingan melawan Maroko di Stadion Monterrey berlangsung ketat sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim sama-sama berhati-hati dalam membangun serangan sehingga peluang bersih relatif minim sepanjang babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-71 ketika Cody Gakpo berhasil memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti untuk membawa Belanda unggul 1-0. Gol tersebut membuat De Oranje berada di atas angin dan hanya membutuhkan beberapa menit lagi untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.
Namun, Maroko tidak menyerah. Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, mereka terus menekan pertahanan Belanda. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-90+1 ketika Issa Diop berhasil mencetak gol penyeimbang yang membungkam pendukung Belanda.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir. Babak perpanjangan waktu juga tidak mampu menghasilkan gol tambahan meski kedua tim beberapa kali menciptakan peluang berbahaya.
Penentuan pemenang akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti. Dalam momen yang penuh tekanan tersebut, para eksekutor Maroko tampil lebih tenang. Kiper Maroko juga berhasil melakukan penyelamatan penting sehingga timnya memenangkan adu penalti dengan skor 3-2 dan memastikan langkah ke babak berikutnya.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Belanda yang sebelumnya dipandang sebagai salah satu kandidat kuat melaju hingga perempat final.
Paraguay Hentikan Langkah Jerman
Kejutan berikutnya datang dari laga antara Jerman dan Paraguay. Tim berjuluk Die Mannschaft memasuki pertandingan dengan modal performa meyakinkan pada fase grup dan pengalaman panjang di turnamen besar.
Meski lebih banyak menguasai bola, Jerman kesulitan menembus pertahanan rapat Paraguay. Wakil Amerika Selatan itu tampil disiplin dan mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberikan ancaman melalui serangan balik cepat.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan berakhir imbang 1-1 setelah waktu normal usai. Kedua tim tetap gagal mencetak gol tambahan sepanjang babak perpanjangan waktu sehingga laga kembali ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Paraguay menunjukkan mentalitas yang sangat kuat. Para algojo mereka sukses menjalankan tugas dengan baik, sementara Jerman gagal memanfaatkan seluruh peluang yang dimiliki.
Paraguay akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor adu penalti 4-3. Hasil tersebut memastikan mereka melaju ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia.
Bagi Jerman, kekalahan ini menjadi evaluasi besar setelah sempat menunjukkan permainan menjanjikan selama babak penyisihan grup.
Jepang Tampil Heroik Meski Dikalahkan Brasil
Sebelum Belanda dan Jerman tersingkir, Jepang lebih dahulu mengakhiri perjuangannya saat menghadapi Brasil. Wakil Asia tersebut kembali menunjukkan perkembangan pesat dengan memberikan perlawanan sengit kepada tim yang telah lima kali menjadi juara dunia.
Sejak awal pertandingan, Jepang tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berani menyerang ketika memiliki kesempatan. Permainan cepat dan organisasi tim yang rapi membuat Brasil beberapa kali mengalami kesulitan menciptakan peluang bersih.
Jepang bahkan mampu mengimbangi permainan lawannya dalam sebagian besar pertandingan. Namun, pengalaman Brasil akhirnya menjadi pembeda pada menit-menit akhir.
Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Brasil berhasil mencetak gol penentu yang memastikan kemenangan 2-1. Gol tersebut sekaligus menghentikan perjuangan Samurai Biru di babak 32 besar.
Meski gagal melangkah lebih jauh, penampilan Jepang tetap menuai banyak pujian karena mampu memberikan tekanan kepada salah satu favorit juara hingga akhir pertandingan.
Bukti Persaingan Semakin Merata
Tersingkirnya Belanda, Jerman, dan Jepang dalam rentang waktu yang hampir bersamaan menjadi gambaran bahwa kekuatan sepak bola dunia kini semakin merata. Negara-negara yang sebelumnya kerap dianggap sebagai tim kejutan kini mampu bersaing bahkan mengalahkan tim-tim unggulan.
Maroko kembali menunjukkan bahwa keberhasilan mereka dalam beberapa turnamen terakhir bukan sekadar kebetulan. Paraguay juga membuktikan kualitas permainan yang disiplin masih menjadi senjata ampuh menghadapi lawan yang memiliki kualitas individu lebih tinggi.
Sementara itu, Brasil berhasil mempertahankan status sebagai salah satu kandidat juara setelah mampu melewati perlawanan sengit Jepang.
Dengan hasil tersebut, Maroko, Paraguay, dan Brasil resmi memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keberhasilan mereka membuat persaingan menuju fase selanjutnya dipastikan semakin menarik, sekaligus memperlihatkan bahwa setiap pertandingan di turnamen ini dapat menghadirkan kejutan yang sulit diprediksi.
