10/10/2026
WhatsApp Image 2025-12-04 at 17.45.49

Source: BNPB

Jakarta, Batas.id – Pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak hanya mencakup pembangunan hunian dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemulihan layanan publik. Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, rumah sakit, puskesmas, sekolah, dan tempat ibadah terdampak bencana secara bertahap telah kembali berfungsi.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera hingga 9 Oktober 2026, seluruh 867 puskesmas terdampak telah kembali melayani masyarakat. Sementara itu, 87 rumah sakit pemerintah terdampak di tiga provinsi tersebut juga telah beroperasi kembali.

Pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu kebutuhan mendasar setelah bencana. Berfungsinya kembali rumah sakit dan puskesmas membantu masyarakat memperoleh pelayanan medis selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Meski demikian, sebagian puskesmas masih menggunakan bangunan modular atau lokasi pelayanan sementara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan fungsi layanan telah berjalan, sementara penyesuaian fasilitas fisik masih diperlukan di sejumlah lokasi.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar juga telah kembali dilaksanakan di seluruh 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Data menunjukkan sebanyak 4.823 sekolah telah menggunakan bangunan sekolah asal. Adapun 99 sekolah lainnya masih melaksanakan kegiatan belajar di ruang kelas darurat.

Tidak ada sekolah dalam data tersebut yang masih melaksanakan pembelajaran di tenda atau menumpang di lokasi lain. Kendati kegiatan belajar telah kembali berjalan, penyelesaian rehabilitasi bangunan sekolah yang belum sepenuhnya pulih tetap menjadi kebutuhan lanjutan.

Pemulihan turut menyentuh fasilitas keagamaan yang berperan dalam kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Agama, sebanyak 1.558 dari 1.593 tempat ibadah terdampak di tiga provinsi telah kembali beroperasi.

Berfungsinya kembali tempat ibadah mendukung masyarakat menjalankan kegiatan keagamaan sekaligus membantu memulihkan aktivitas sosial di lingkungan terdampak.

Sementara itu, upaya pemulihan hunian masih terus dilakukan. Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 20.770 dari target 20.803 unit hunian sementara telah selesai dibangun. Sebanyak 20.728 unit di antaranya telah dihuni masyarakat.

Pemerintah juga melanjutkan pembangunan hunian tetap dengan target 57.027 unit. Dari jumlah tersebut, 2.103 unit telah selesai dibangun dan 1.844 unit masih dalam pengerjaan.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyatakan pemerintah terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan untuk memulihkan berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat setelah bencana.

Selain layanan sosial, pemulihan infrastruktur transportasi juga menunjukkan perkembangan. Sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional terdampak telah kembali berfungsi seluruhnya.

Capaian tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan yang dilakukan secara bertahap. Namun, penyelesaian hunian tetap, perbaikan fasilitas fisik yang masih menggunakan sarana sementara, serta pemulihan jalan dan jembatan daerah tetap memerlukan perhatian.

Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi perlu dilihat dari keberlanjutan layanan serta kondisi kehidupan masyarakat terdampak. Pemulihan dinilai semakin menyeluruh ketika warga tidak hanya kembali memperoleh layanan dasar, tetapi juga memiliki hunian layak dan akses yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *