16/10/2026
Screenshot 2026-10-16 at 11.33.14

Jakarta, Batas — Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan peran ekonomi kreatif dalam pembangunan global dengan mendorong sektor tersebut masuk ke dalam agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini akan diperkuat melalui penyelenggaraan 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa WCCE 2026 menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekosistem ekonomi kreatif internasional. Forum ini juga diharapkan dapat memperluas kolaborasi antarnegara dalam mengembangkan potensi industri kreatif.

Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi RI, Jakarta, Kamis (15/10), Riefky menjelaskan bahwa salah satu hasil utama yang ditargetkan dari penyelenggaraan WCCE 2026 adalah dokumen Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen tersebut akan menjadi landasan untuk mengusulkan resolusi mengenai ekonomi kreatif di PBB, sekaligus memperjuangkan pengakuan sektor ini dalam agenda pembangunan global.

Jakarta Vision on Creative Economy dirancang dengan empat pilar utama. Pilar pertama mencakup teknologi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan transformasi digital. Pilar kedua berfokus pada keberlanjutan melalui ekonomi sirkular dan desain regeneratif.

Pilar ketiga menitikberatkan pada perlindungan kekayaan intelektual serta hak-hak pekerja kreatif. Sementara itu, pilar keempat diarahkan untuk membangun ekosistem kreatif yang inklusif dan memperkuat pemberdayaan komunitas.

Keempat pilar tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan ekonomi kreatif dunia, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan pola industri, serta tantangan keberlanjutan.

Selain merumuskan dokumen strategis, WCCE 2026 juga diarahkan untuk memperluas jaringan kerja sama yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, media, dan lembaga keuangan. Pertemuan ini diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antara pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan mitra internasional.

Kolaborasi tersebut juga berpotensi mendorong investasi, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia, termasuk produk yang berasal dari berbagai daerah.

Riefky menegaskan bahwa penyelenggaraan WCCE 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat reputasi dan kepemimpinan Indonesia dalam ekonomi kreatif dunia. Pemerintah juga ingin mendorong sektor ini menjadi salah satu agenda pembangunan global setelah berakhirnya periode Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

Indonesia akan menjadi tuan rumah edisi kelima WCCE dengan mengusung tema “Inclusively Creative, Collectively Continuity”. Tema tersebut menekankan pentingnya inklusivitas, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.

Hingga konferensi pers pada 15 Oktober 2026, sekitar 1.500 p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *