Source: UN TV
NEW YORK — Delegasi Indonesia meninggalkan ruang Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap menyampaikan pidatonya pada Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
Aksi tersebut dilakukan ketika pimpinan sidang mempersilakan Netanyahu menuju podium. Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York memperlihatkan para diplomat Indonesia berdiri dari tempat duduk mereka dan kemudian meninggalkan ruang sidang. Setelah itu, kursi delegasi Indonesia terlihat kosong.
Indonesia bukan satu-satunya negara yang melakukan aksi tersebut. Puluhan delegasi lainnya juga meninggalkan ruang sidang menjelang dimulainya pidato Netanyahu. Sejumlah laporan menyebut sekitar 77 delegasi tidak berada di dalam ruangan ketika Netanyahu mulai berbicara, meski angka tersebut merupakan penghitungan dari laporan media dan rekaman yang tersedia.
Aksi walk out tersebut berlangsung di tengah sorotan internasional terhadap kebijakan dan operasi militer Israel di Gaza serta konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Reuters melaporkan bahwa para delegasi dari berbagai negara meninggalkan ruangan ketika Netanyahu memulai pidatonya.
Netanyahu Sebut Delegasi yang Keluar sebagai “Moral Cowards”
Dalam pidatonya, Netanyahu merespons aksi tersebut dengan menyebut para delegasi yang meninggalkan ruangan sebagai “moral cowards” atau “pengecut moral”.
Netanyahu tetap menyampaikan pembelaan terhadap kebijakan Israel dan menolak tuduhan bahwa operasi militernya di Gaza merupakan genosida. Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB, ia juga membahas konflik Israel dengan Hamas serta situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, sejumlah negara yang delegasinya meninggalkan ruangan termasuk Indonesia, Malaysia, Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, Aljazair, Irak, Iran, Lebanon, Kuwait, dan sejumlah negara lainnya.
Indonesia Konsisten Dukung Palestina
Keikutsertaan Indonesia dalam aksi walk out mendapat tanggapan dari sejumlah pihak di dalam negeri.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan apresiasi terhadap langkah delegasi Indonesia tersebut. MUI menilai aksi itu sejalan dengan sikap Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Pernyataan tersebut merupakan pandangan MUI, bukan penilaian independen atas makna diplomatik aksi tersebut.
Aksi walk out ini menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Kejadian tersebut menunjukkan adanya perbedaan sikap sejumlah negara terhadap kebijakan Israel ketika Netanyahu menyampaikan pidatonya di forum internasional tersebut.
