05/06/2026
Isi Pesan Sony Sonjaya Untuk bu Nanik

Ungkapan tersebut memunculkan beragam spekulasi. Banyak pihak menilai kalimat itu merupakan sindiran yang berkaitan dengan proses hukum yang kini menjeratnya. Terlebih, sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik diketahui memegang posisi strategis yang membidangi komunikasi publik dan investigasi internal lembaga.

Jakarta, Batas.id – Penetapan status tersangka terhadap tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) terus menyita perhatian publik. Di tengah proses hukum yang berlangsung, sebuah unggahan dari akun Instagram pribadi mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Pada Rabu (3/6/2026), Sony mengunggah foto surat tulisan tangan yang ditujukan kepada Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang. Surat tersebut muncul bertepatan dengan kabar penahanannya oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam surat itu, Sony menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik atas jabatan barunya sebagai Kepala BGN. Namun perhatian publik tertuju pada bagian akhir surat yang memuat kalimat, “Terima kasih hadiah indah yang telah diberikan kepada saya.”

Ungkapan tersebut memunculkan beragam spekulasi. Banyak pihak menilai kalimat itu merupakan sindiran yang berkaitan dengan proses hukum yang kini menjeratnya. Terlebih, sebelum menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik diketahui memegang posisi strategis yang membidangi komunikasi publik dan investigasi internal lembaga.

Sebagian pengamat menilai pernyataan tersebut dapat dimaknai sebagai kritik terhadap hasil investigasi internal yang diduga menjadi salah satu pintu masuk bagi aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyimpangan di BGN. Sementara itu, ada pula yang melihat surat tersebut sebagai sinyal bahwa Sony berpotensi membuka fakta-fakta baru terkait perkara yang sedang ditangani Kejaksaan Agung.

Kasus yang menjerat Sony turut melibatkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan mantan pejabat BGN lainnya, Lodewyk Pusung. Ketiganya diduga terlibat dalam penyimpangan tata kelola Program MBG, termasuk proyek pengadaan motor listrik dan sejumlah program logistik bernilai besar.

Munculnya surat tersebut semakin memperkuat dugaan adanya dinamika internal yang cukup kuat di tubuh BGN sebelum pergantian kepemimpinan dilakukan. Hingga kini, isi surat tersebut masih menjadi bahan perbincangan dan memunculkan berbagai tafsir di tengah proses hukum yang masih berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *