Keberhasilan ini membuat PSG mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih musim lalu. Klub berjuluk Les Parisiens tersebut kini mengoleksi dua trofi Liga Champions sepanjang sejarah. Selain itu, pelatih Luis Enrique juga menambah catatan prestisius dengan meraih gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih.
Budapest, Batas.id — Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan sejarah di pentas sepak bola Eropa setelah sukses menjuarai Liga Champions 2025/2026. Klub asal Prancis tersebut memastikan gelar juara usai mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3 pada laga final yang berlangsung di Arena Puskás, Budapest, Hungaria, Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Arsenal mampu unggul lebih dulu saat laga baru berjalan enam menit melalui gol Kai Havertz. Keunggulan cepat itu membuat PSG meningkatkan tekanan dan mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang mencapai 72 persen.
Upaya PSG akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-65. Ousmane Dembélé berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui eksekusi penalti setelah Khvicha Kvaratskhelia dilanggar di dalam kotak terlarang oleh Cristhian Mosquera.
Setelah skor kembali imbang, kedua tim terus menciptakan peluang berbahaya. PSG nyaris berbalik unggul ketika tembakan Kvaratskhelia membentur tiang gawang. Namun hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti. PSG tampil lebih tenang dengan empat penendangnya, yakni Gonçalo Ramos, Désiré Doué, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo, sukses menjalankan tugas dengan baik. Di kubu Arsenal, kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhães menjadi penentu kekalahan The Gunners.
Keberhasilan ini membuat PSG mempertahankan gelar Liga Champions yang mereka raih musim lalu. Klub berjuluk Les Parisiens tersebut kini mengoleksi dua trofi Liga Champions sepanjang sejarah. Selain itu, pelatih Luis Enrique juga menambah catatan prestisius dengan meraih gelar Liga Champions ketiganya sebagai pelatih.
Vitinha terpilih sebagai pemain terbaik atau Man of the Match berkat kontribusinya dalam mengendalikan permainan PSG sepanjang laga.
Bagi Arsenal, hasil ini menjadi kekecewaan besar setelah sebelumnya sukses mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Premier League. Mereka kembali gagal meraih trofi Liga Champions dan harus puas sebagai runner-up Eropa untuk kedua kalinya dalam sejarah klub.
