Pembangunan jembatan tepatnya berlokasi di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Parigi Moutong, Batas.id – Kisah perjuangan pelajar sekolah dasar di daerah terpencil Sulawesi Tengah yang sempat viral akhirnya mendapat perhatian. Siswa-siswi SD di Desa Bainaa Barat, Kabupaten Parigi Moutong, kini segera dapat mengakses sekolah dengan lebih aman setelah pembangunan jembatan mulai direalisasikan.

Sebelumnya, anak-anak di wilayah tersebut terpaksa menyeberangi sungai dengan cara berenang demi bisa bersekolah. Kondisi ini menjadi sorotan publik setelah dibagikan oleh seorang guru bernama Muh. Najib melalui media sosial.

Jembatan mulai dibangun oleh TNI dan warga bergotong royong.

Melalui unggahan tersebut, Najib menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang akan menjadi akses utama bagi para siswa. Ia juga menggambarkan bagaimana kekhawatiran selalu menghantui para murid, terutama saat hujan deras yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan membahayakan penyeberangan.

Lokasi pembangunan jembatan berada di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah—wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan infrastruktur akses pendidikan.

Dalam dokumentasi yang dibagikan, terlihat proses pembangunan jembatan dilakukan secara gotong royong. Personel dari Tentara Nasional Indonesia bersama masyarakat setempat bahu-membahu mulai dari pengerjaan fondasi hingga pemasangan struktur jembatan.

Najib juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil tersebut. Ia berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan semangat belajar para siswa.

Pembangunan ini menjadi langkah penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih layak bagi anak-anak di wilayah terpencil, sekaligus menjadi bukti bahwa perhatian terhadap infrastruktur dasar masih sangat dibutuhkan di berbagai daerah Indonesia.