Sukoharjo, Batas.id — Kebahagiaan terpancar dari wajah Kuat (50), seorang penyandang disabilitas asal Desa Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo. Ia mengalami kelumpuhan pada sebagian tubuhnya akibat polio sejak usia satu tahun. Dalam keseharian, Kuat bekerja serabutan dengan membantu keluarganya memotong kain perca untuk dijadikan pakaian. Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, ia juga menjadi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Sebagai orang tua, Kuat memiliki harapan besar agar anaknya dapat memperoleh pendidikan yang layak. Kini, kekhawatiran tersebut mulai terjawab setelah anak pertamanya yang duduk di kelas 3 SD diterima di Sekolah Rakyat Dasar 2 Surakarta. Kuat adalah seorang difabel karena separuh tubuhnya lumpuh akibat polio sejak berusia setahun. Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kuat mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur karena anaknya dapat bersekolah tanpa memikirkan biaya. Di Sekolah Rakyat, siswa mendapatkan berbagai fasilitas penunjang secara cuma-cuma, mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, camilan, seragam, hingga perangkat laptop untuk belajar. Dengan dukungan tersebut, anak-anak dapat lebih fokus dalam menempuh pendidikan dan mengembangkan cita-cita mereka. Kuat pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas hadirnya program tersebut, yang dinilai membuka peluang masa depan lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan melalui sektor pendidikan. Program ini menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pendamping PKH di berbagai daerah. Hingga Maret 2026, tercatat 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi dengan jumlah siswa mencapai 14.972 orang, didukung oleh 2.304 guru dan 4.760 tenaga kependidikan. Ke depan, pemerintah berencana menambah 104 sekolah baru pada tahun 2026 dengan target menjangkau 15.000 siswa. Secara keseluruhan, ditargetkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat akan berdiri hingga tahun 2029. Program ini diharapkan menjadi sarana untuk membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang. Baca juga: Kisah Susanto, Difabel di Karanganyar yang Tetap Bekerja sebagai Koki MBG Program Bedah Rumah Ditingkatkan, Pemerintah Targetkan 400 Ribu Unit pada 2026 Pabrik Kendaraan Listrik di Magelang Resmi Beroperasi, Pekerja Lokal Sambut Harapan Baru Perjuangan panjang H.NUR EKHWAN menepis anggapan lulusan STM “MADESUR” Post navigation Sempat Viral Siswa SD di Sulteng Berenang ke Sekolah, Kini Jembatan Mulai Dibangun Kilas Berita dan Peristiwa Depok Awal Semester II