25/04/2026
Screenshot 2026-04-24 142505

Kota Salatiga baru saja kembali dinobatkan sebagai Kota Paling Toleran (Peringkat 1) di Indonesia menurut laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis oleh SETARA Institute pada 22 April 2026.

Jakarta, Batas,idSalatiga kembali menorehkan prestasi nasional dengan dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia dalam laporan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis oleh SETARA Institute pada 22 April 2026. Kota ini berhasil mempertahankan posisi puncak dengan skor 6,492, sekaligus melanjutkan tren konsistensi berada di tiga besar selama delapan tahun berturut-turut.

Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta membangun kehidupan sosial yang inklusif. Salatiga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis, di tengah keberagaman latar belakang budaya dan keyakinan warganya.

Gambar diambil dari Antaranews : https://sulteng.antaranews.com/berita/185340/kota-salatiga-raih-penghargaan-kota-paling-toleran-se-indonesia

Dalam daftar 10 besar kota paling toleran tahun 2025, posisi kedua ditempati oleh Singkawang dengan skor 6,391, diikuti oleh Semarang dengan skor 6,160. Kota lainnya yang masuk dalam daftar antara lain Pematang Siantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, serta Ambon.

Penilaian dalam Indeks Kota Toleran dilakukan dengan menggunakan delapan indikator utama. Indikator tersebut mencakup komitmen pemerintah daerah dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD, kebijakan yang mendukung kebebasan beragama, serta tingkat peristiwa intoleransi yang terjadi di wilayah tersebut. Selain itu, aspek inklusi sosial dan praktik kehidupan keberagaman di masyarakat juga menjadi perhatian penting dalam penilaian.

Keberhasilan Salatiga mempertahankan posisi teratas tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat sipil dalam merawat toleransi. Program-program berbasis dialog lintas agama dan kegiatan sosial bersama menjadi faktor penting dalam memperkuat kohesi sosial.

Laporan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi kota-kota lain di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas toleransi dan keberagaman. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada harmoni sosial yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *