03/11/2026
813-Karhutla Way Kambas BNPB Dukung Penanganan Terpadu dan Pemadaman hingga ke Titik Api

Jakarta, Batas.id – Pemerintah terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penanganan kini diprioritaskan di lima provinsi, yakni Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Kalimantan Timur.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pola persebaran karhutla saat ini mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.

“Kita lihat sekarang kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, saat ini polanya sudah berubah sekali,” ujar Berton dalam konferensi pers, Jumat (30/10).

Sebelumnya, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kini, perhatian penanganan diarahkan ke sejumlah wilayah lain yang mengalami kebakaran.

Berton menjelaskan, luas lahan terdampak karhutla di lima provinsi prioritas tersebut mencapai 1.410 hektare (ha).

Papua Selatan menjadi wilayah dengan luas lahan terdampak terbesar, yakni 502 ha. Disusul Sulawesi Tengah seluas 295 ha, Sulawesi Tenggara 257 ha, Maluku 182 ha, dan Kalimantan Timur 174 ha.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah telah mengerahkan 58 unit pesawat dan helikopter guna mendukung operasi pemadaman dari udara serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Dari total armada tersebut, sebanyak 39 unit berasal dari BNPB, 15 unit dari TNI, sedangkan empat unit lainnya merupakan dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha.

Berton menjelaskan, jumlah armada tersebut berkurang satu unit setelah pesawat atau helikopter yang sebelumnya beroperasi di Jawa Timur ditarik karena kondisi kebakaran di wilayah tersebut relatif kondusif.

Meski demikian, seluruh armada yang tersedia tetap disiagakan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

“Apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) maupun water bombing, kami akan segera melaksanakan kegiatan tersebut,” katanya.

Selain mengoptimalkan pemadaman melalui water bombing, pemerintah juga melaksanakan OMC dengan menyemai bahan berupa natrium klorida (NaCl) dan es kering (dry ice) untuk mendukung penanganan karhutla.

Pada 29 Oktober 2026, BNPB telah melaksanakan 17 sorti OMC dengan total penyemaian dry ice dan NaCl mencapai 23.900 kilogram (kg).

Namun, kegiatan tersebut masih difokuskan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Berton melaporkan, pelaksanaan OMC tersebut membantu memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, hujan tercatat memiliki intensitas sangat ringan hingga ekstrem.

Ia menegaskan, operasi modifikasi cuaca masih terus berlangsung sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

“Kita berharap hujan-hujan seperti ini tetap terjadi, sehingga titik-titik api, bara api yang ada di bawah permukaan dapat dipadamkan s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *