Pasuruan, Batas.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus didorong menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial. Melalui koperasi, masyarakat tidak hanya memperoleh kemudahan mengakses kebutuhan sehari-hari, tetapi juga kesempatan mengembangkan usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Upaya tersebut terlihat di KDKMP Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sejumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dilibatkan sebagai anggota koperasi sekaligus mendapatkan dukungan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah bantuan usaha ayam petelur kepada anggota KPM. Bantuan tersebut mencakup 24 ekor ayam petelur, kandang, serta 50 kilogram pakan. Nantinya, telur yang dihasilkan dapat disetorkan ke koperasi untuk diserap dan dipasarkan.
Salah satu penerima manfaat, Siti Supaida, warga Dusun Bandungan, Desa Gejugjati, mengaku senang dapat menjadi anggota koperasi sekaligus memperoleh bantuan usaha produktif tersebut. Ia berharap usaha ayam petelur yang dijalankannya dapat memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.
“Harapan saya dengan adanya Koperasi Desa Gejugjati ini, telur-telur dari ayam saya ini bisa masuk Kopdes dan saya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih,” ujar Siti, Jumat (30/10).
Menurut Siti, keberadaan koperasi memberikan peluang bagi penerima manfaat untuk memasarkan hasil produksi sekaligus memperoleh pendapatan tambahan. Ia juga berharap sebagian hasil penjualan telur dapat ditabung untuk memenuhi kebutuhan masa depan keluarga dan anak-anaknya.
“Dengan adanya telur yang kita setor ke Koperasi, semoga kita sebagai penerima, keuangan bisa meningkat dan bisa menabung buat masa depan dan anak-anak,” tuturnya.
Harapan serupa disampaikan Fatema, seorang ibu rumah tangga yang juga aktif sebagai kader Posyandu. Ia mengatakan, keterlibatan keluarga penerima manfaat dalam koperasi dan bantuan usaha ayam petelur membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
“Saya dari kelompok penerima manfaat, ada PKH juga (penerima bantuan) sembako. Dikasih ayam petelur supaya bisa berkolaborasi sama koperasi, nanti setelah ayamnya bertelur bisa disetor ke koperasi,” ungkap Fatema.
Ia berharap hasil peternakan tersebut dapat dipasarkan untuk menambah pendapatan keluarga, termasuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak. Fatema juga berharap Koperasi Merah Putih dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
“Harapannya setelah menjadi anggota koperasi, semoga koperasi Merah Putih bisa jaya, tetap maju dan sukses gitu Pak,” tuturnya.
Melalui skema tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas perdagangan desa, tetapi juga berperan menghubungkan kegiatan produksi masyarakat dengan akses pemasaran. Koperasi menjadi wadah bagi anggota untuk mengembangkan usaha, memasarkan hasil produksi, dan memperoleh nilai tambah ekonomi.
Keterlibatan keluarga penerima manfaat dalam kegiatan produktif ini diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Dengan demikian, penerima bantuan sosial juga memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi pelaku usaha produktif dan secara bertahap meningkatkan kesejahteraan keluarga.
