AHY tampak menghentikan sejenak paparannya karena mendapati pejabat yang dipanggilnya tidak berada di tempat. Ia diketahui telah dua kali memanggil kepala balai sebelum akhirnya menyadari pejabat tersebut meninggalkan ruangan. Dengan nada tegas, AHY meminta yang bersangkutan kembali duduk dan memperhatikan pengarahan yang sedang berlangsung.
Jakarta, Batas.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sorotan setelah menegur seorang pejabat dalam pengarahan terkait penanganan banjir Sungai Sungai Ciliwung. Momen tersebut terjadi ketika AHY tengah menyampaikan arahan mengenai kondisi infrastruktur pengendalian banjir dan kapasitas sungai yang dinilai masih belum ideal.
Dalam video yang beredar, AHY tampak menghentikan sejenak paparannya karena mendapati pejabat yang dipanggilnya tidak berada di tempat. Ia diketahui telah dua kali memanggil kepala balai sebelum akhirnya menyadari pejabat tersebut meninggalkan ruangan. Dengan nada tegas, AHY meminta yang bersangkutan kembali duduk dan memperhatikan pengarahan yang sedang berlangsung.
“Mau ke mana? Saya bicara loh,” ujar AHY dalam momen tersebut.
Ketegasan AHY dinilai berkaitan dengan pentingnya pembahasan yang sedang dilakukan. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti persoalan kapasitas Sungai Ciliwung yang masih terbatas dalam menampung debit air, khususnya saat curah hujan tinggi melanda wilayah hulu maupun kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Menurut AHY, lebar Sungai Ciliwung saat ini rata-rata masih berada di kisaran 15 hingga 25 meter. Dengan kondisi tersebut, kapasitas aliran sungai diperkirakan hanya mampu menampung sekitar 200 meter kubik air per detik. Padahal, berdasarkan kebutuhan pengendalian banjir, kapasitas ideal sungai seharusnya dapat mencapai sekitar 470 meter kubik per detik.
Untuk mencapai kapasitas tersebut, lebar sungai dinilai perlu diperluas hingga mencapai 35 sampai 50 meter di sejumlah titik. Langkah normalisasi dan penataan kawasan bantaran sungai disebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Penanganan Sungai Ciliwung selama ini menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mengatasi persoalan banjir di Jakarta dan wilayah penyangga. Selain normalisasi sungai, pemerintah juga mendorong pembangunan infrastruktur pendukung seperti bendungan, sodetan, hingga penguatan sistem drainase perkotaan.
Momen teguran AHY kepada pejabat tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian publik menilai sikap tegas itu menunjukkan pentingnya kedisiplinan dan keseriusan aparat dalam menangani persoalan banjir yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
