Prabowo dalam kunjungan ke SMA N 1 Cilacap, program Revitalisasi Sekolah.
Cilacap, Batas.id – Pemerintah Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional melalui penguatan program digitalisasi di sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas penyediaan papan interaktif digital (PID) sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar sekolah telah memiliki setidaknya satu unit PID. Namun, pemerintah menilai jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan agar pemanfaatannya lebih optimal di setiap ruang kelas. Oleh karena itu, ditargetkan penambahan tiga hingga empat unit papan interaktif di setiap sekolah secara bertahap.
Menurutnya, keberadaan PID dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan fleksibel. Dengan perangkat ini, materi pembelajaran dan silabus dapat disajikan dalam format digital yang lebih mudah diakses oleh siswa maupun guru. Selain itu, sistem digital memungkinkan materi pelajaran dipelajari kembali kapan saja sesuai kebutuhan.

Pemanfaatan teknologi ini juga diharapkan dapat membantu pemerataan kualitas pendidikan di berbagai wilayah. Dengan sistem digital yang terintegrasi, materi pembelajaran dapat disusun secara lebih terstruktur dan disebarluaskan secara luas, sehingga sekolah di berbagai daerah memiliki akses terhadap sumber belajar yang sama.
Selain pengadaan perangkat, pemerintah juga merancang penguatan kualitas pengajaran melalui sistem pembelajaran terpusat. Dalam skema ini, materi pembelajaran akan disusun oleh tenaga pengajar yang dinilai memiliki kompetensi tinggi di bidangnya. Konten tersebut nantinya dapat diakses melalui papan interaktif di sekolah-sekolah.
Salah satu fokus utama dalam pengembangan ini adalah peningkatan kemampuan bahasa asing siswa. Pemerintah berencana melibatkan penutur asli dalam penyusunan materi pembelajaran, khususnya untuk bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Materi yang dihasilkan akan direkam dan didistribusikan secara digital agar dapat dimanfaatkan oleh siswa di berbagai daerah.
Penguasaan bahasa asing dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis teknologi, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Selain itu, penggunaan papan interaktif digital juga dapat membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih variatif. Berbagai fitur yang tersedia memungkinkan penyajian materi dalam bentuk visual, audio, maupun interaktif, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap digitalisasi pendidikan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga memperluas akses pendidikan yang lebih inklusif bagi seluruh siswa di Indonesia.
