JAKARTA, BATAS.ID – Guna memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi pendingin yang tepat guna, Asosiasi Praktisi Pendingin dan Tata Udara (APITU) Indonesia melakukan pertemuan penjajakan kerja sama strategis dengan akademisi dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Pertemuan penting ini berfokus pada kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan teknologi tepat guna di sektor Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVACR).
Dalam kesempatan tersebut, hadir jajaran pakar dan guru besar, di antaranya:
- Prof. Dr. Ing. Ir. Nasrudin, M.Eng. (Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia)
- Dr. Muhammad Yulianto, S.T., M.T.
Sementara dari pihak APITU Indonesia, hadir langsung unsur pimpinan pusat, yaitu:
- Agus Susilo (Ketua Umum APITU Indonesia)
- Sandi Setiadi, S.T. (Bendahara Umum APITU Indonesia)
- Dr. Ir. Suhengki, A.Md.Pi., A.Pi., M.T. (Kepala Biro Litbang SDM APITU Indonesia)
Diskusi intensif yang berlangsung hangat ini mengangkat tema utama yang sangat krusial bagi hilirisasi hasil bumi, yakni “Penerapan dan Pembangunan Cold Storage untuk Produk-Produk Pertanian dan Perikanan”.
Ketua Umum APITU Indonesia, Agus Susilo, mengungkapkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi lapangan sangat mutlak diperlukan agar teknologi yang dikembangkan di kampus dapat diaplikasikan secara tepat dan efisien di tengah masyarakat, khususnya bagi para petani.
“Tantangan terbesar produk pertanian dan perikanan kita adalah tingginya angka kerusakan pasca-panen (food loss). Melalui penerapan teknologi cold storage (gudang pendingin) yang tepat guna dan terjangkau, kita bisa memperpanjang masa simpan produk, menjaga kualitas, dan menjaga stabilitas harga di pasar,” ujar Agus Susilo.
Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Senada dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ing. Ir. Nasrudin, M.Eng., menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi dalam riset sistem tata udara dan refrigerasi akan jauh lebih berdampak jika disinergikan dengan kompetensi teknis serta jaringan luas yang dimiliki oleh para praktisi APITU Indonesia di seluruh tanah air.
Kerja sama yang tengah digodok ini nantinya akan mencakup implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya:
- Penelitian Bersama: Pengembangan desain dan sistem cold storage yang hemat energi dan ramah lingkungan khusus untuk komoditas pertanian.
- Pengabdian Masyarakat: Edukasi dan pendampingan bagi kelompok tani dalam mengoperasikan serta merawat fasilitas rantai dingin (cold chain system).
- Teknologi Tepat Guna: Penciptaan inovasi refrigerasi lokal yang mudah diadopsi oleh pelaku UMKM pertanian di berbagai daerah.
Melalui pertemuan awal ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk segera merumuskan langkah taktis ke depan, termasuk penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) formal agar program sinergi antara dunia hulu (akademisi) dan dunia hilir (praktisi/industri) ini dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (Red)
