Jakarta, Batas.id – Pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Seluruh ruas jalan nasional dan jembatan nasional yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut telah kembali berfungsi.
Data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per 9 Oktober 2026 mencatat sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional telah pulih seluruhnya.
Kembalinya fungsi infrastruktur nasional menjadi bagian penting dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Jalan dan jembatan mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, serta pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan melalui berbagai langkah yang terkoordinasi. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan unsur terkait mengintensifkan pekerjaan rehabilitasi serta rekonstruksi setelah bencana.
Meski infrastruktur nasional telah kembali berfungsi, pekerjaan pemulihan pada jalan dan jembatan daerah masih berlanjut.
Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas jalan daerah terdampak telah kembali berfungsi. Dengan demikian, masih terdapat ruas jalan daerah yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Pada infrastruktur jembatan daerah, sebanyak 827 dari total 1.184 jembatan terdampak telah pulih. Perbaikan dan pembangunan kembali diperlukan untuk memastikan konektivitas antarkawasan dapat berjalan dengan baik.
Dalam proses pemulihan jembatan, Satgas Jembatan TNI Angkatan Darat dan Polri turut berkontribusi. Berdasarkan rekapitulasi dalam laporan Satgas PRR, sebanyak 590 jembatan dari berbagai kategori yang dikerjakan kedua institusi tersebut telah selesai dibangun.
Selain infrastruktur transportasi, pemerintah juga memulihkan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat. Sebanyak 87 rumah sakit pemerintah terdampak di tiga provinsi telah beroperasi kembali. Seluruh 867 puskesmas terdampak juga dilaporkan telah kembali memberikan pelayanan, meskipun sebagian masih menggunakan bangunan modular atau lokasi sementara.
Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar telah kembali berlangsung di seluruh 4.922 sekolah terdampak. Sebanyak 4.823 sekolah menggunakan bangunan asal, sedangkan 99 sekolah masih memanfaatkan ruang kelas darurat.
Pemulihan juga mencakup tempat ibadah. Dari 1.593 tempat ibadah terdampak, sebanyak 1.558 telah kembali beroperasi berdasarkan data Kementerian Agama.
Berbagai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa rehabilitasi pascabencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari konektivitas wilayah hingga pemulihan layanan sosial masyarakat.
Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, tantangan berikutnya adalah menyelesaikan perbaikan infrastruktur daerah yang belum sepenuhnya pulih. Keberlanjutan pekerjaan tersebut diperlukan agar pemulihan tidak hanya terlihat dalam data pembangunan, tetapi juga dirasakan melalui kemudahan akses, kelancaran aktivitas ekonomi, dan kembalinya pelayanan publik bagi masyarakat.
