Mantan Ketua BEM UGM, Tyo Ardianto, mengaku menemukan alat pelacak jenis PBX Finder di mobilnya setelah mengikuti aksi Gejayan Memanggil. Temuan ini memicu sorotan terkait keamanan aktivis dan kebebasan berpendapat
Yogyakarta, Batas.id — Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tyo Ardianto, mengaku menemukan perangkat yang diduga alat pelacak atau tracker jenis PBX Finder yang terpasang di mobil pribadinya setelah mengikuti aksi Gejayan Memanggil di Yogyakarta.
Temuan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena terjadi setelah rangkaian aksi mahasiswa yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah. Dalam unggahan yang beredar di media sosial, Tyo memperlihatkan perangkat yang disebut ditemukan pada kendaraannya dan diduga berfungsi sebagai alat pelacak lokasi.

Peristiwa ini menambah daftar panjang dugaan intimidasi yang pernah dialami Tyo. Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai Ketua BEM UGM, ia mengaku menerima berbagai bentuk teror setelah menyampaikan kritik terhadap pemerintah. Bentuk intimidasi yang disebutkan antara lain pesan ancaman dari nomor tak dikenal, dugaan penguntitan, hingga pemotretan oleh orang yang tidak dikenalnya.

Kasus tersebut bahkan sempat mendapat perhatian dari DPR RI. Anggota Komisi X DPR RI, Hilman Mufidi, pernah meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan teror yang menyasar Ketua BEM UGM dan menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus dilindungi dalam negara demokrasi.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang memasang perangkat yang diduga sebagai alat pelacak tersebut. Belum diketahui pula apakah perangkat itu benar digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan atau memiliki fungsi lain.
Temuan tersebut memicu berbagai respons di media sosial. Sebagian pihak meminta aparat melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan asal-usul perangkat dan motif pemasangannya. Di sisi lain, sejumlah kalangan menilai kasus ini perlu ditangani secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi yang lebih luas di tengah meningkatnya dinamika gerakan mahasiswa.
Sampai berita ini ditulis, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari aparat berwenang terkait perangkat yang ditemukan di kendaraan Tyo Ardianto maupun pihak yang diduga bertanggung jawab atas pemasangannya.
