JAKTV menegaskan bahwa tayangan yang muncul bukan berasal dari program atau materi siaran resmi perusahaan. Manajemen menduga insiden tersebut terjadi akibat aksi peretasan yang dilakukan pihak eksternal terhadap sistem penyiaran mereka.
Jakarta, Batas.id – Stasiun televisi lokal JAKTV diduga mengalami serangan siber yang mengganggu sistem penyiarannya pada Senin (1/6/2026) pagi. Akibat insiden tersebut, tayangan tidak pantas sempat muncul di layar televisi pemirsa selama lebih dari satu jam sebelum berhasil ditangani oleh tim teknis.
Gangguan dilaporkan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan baru dapat dikendalikan sepenuhnya pada pukul 09.12 WIB. Kemunculan konten yang tidak sesuai standar penyiaran itu langsung menjadi perbincangan di media sosial, setelah sejumlah warga membagikan tangkapan layar dan video dari siaran yang mereka saksikan.
Menanggapi kejadian tersebut, manajemen JAKTV segera menghentikan sementara transmisi yang terdampak dan mengaktifkan prosedur pengamanan sistem guna mencegah gangguan lebih lanjut. Setelah kondisi berhasil dipulihkan, pihak stasiun televisi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat melalui akun media sosial resminya.
Dalam keterangannya, JAKTV menegaskan bahwa tayangan yang muncul bukan berasal dari program atau materi siaran resmi perusahaan. Manajemen menduga insiden tersebut terjadi akibat aksi peretasan yang dilakukan pihak eksternal terhadap sistem penyiaran mereka.
Saat ini, tim teknologi informasi JAKTV tengah melakukan investigasi untuk menelusuri sumber serangan, termasuk pemeriksaan log sistem dan penguatan celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku. JAKTV juga berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) serta aparat penegak hukum guna mengusut insiden tersebut lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan keamanan siber dalam industri penyiaran, terutama di tengah meningkatnya ketergantungan pada sistem digital dalam proses distribusi konten.
