Pelibatan Kodam Jaya tidak hanya mengandalkan aparat teritorial seperti Babinsa, Koramil, dan Kodim. Kehadiran personel Batalyon Tempur difokuskan pada pengamanan di kawasan yang dinilai rawan aksi kriminalitas.
Jakarta, Batas.id – Kodam Jaya resmi mengerahkan prajurit dari satuan Batalyon Tempur guna membantu operasi pemberantasan begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Polri dalam menangani peningkatan kasus kriminalitas jalanan yang semakin meresahkan masyarakat.
Personel TNI diterjunkan untuk memperkuat Tim Pemburu Begal milik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya melalui patroli gabungan berskala besar.Kodam Jaya
Patroli Gabungan Diperluas
Pelibatan Kodam Jaya tidak hanya mengandalkan aparat teritorial seperti Babinsa, Koramil, dan Kodim. Kehadiran personel Batalyon Tempur difokuskan pada pengamanan di kawasan yang dinilai rawan aksi kriminalitas.
Patroli gabungan dilakukan selama 24 jam penuh di sejumlah wilayah DKI Jakarta hingga daerah penyangga seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi. Operasi ini diharapkan mampu menekan angka pembegalan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Kepala Penerangan Kodam Jaya, Noor Iskak, menegaskan bahwa pengerahan pasukan TNI bersifat bantuan operasional semata. Seluruh kewenangan penegakan hukum, termasuk penangkapan dan penyidikan, tetap berada di bawah tanggung jawab kepolisian sesuai aturan yang berlaku.
Kriminalitas Jalanan Meningkat
Pengerahan pasukan gabungan dipicu oleh meningkatnya aksi begal yang kerap menggunakan senjata tajam bahkan senjata api. Sepanjang Mei 2026, Polda Metro Jaya mencatat sekitar 1.283 laporan kriminalitas jalanan.
Dalam operasi intensif yang digelar setelah pengerahan personel gabungan, aparat berhasil mengungkap ratusan kasus kejahatan jalanan dan mengamankan lebih dari 173 tersangka. Petugas di lapangan juga diminta mengambil tindakan tegas dan terukur demi menjaga keselamatan warga.
Muncul Dukungan dan Kritik
Keterlibatan militer dalam pengamanan sipil memunculkan berbagai tanggapan dari publik. Sebagian masyarakat menilai kehadiran prajurit TNI mampu memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman, terutama pada malam hari.
Namun sejumlah pengamat dan kelompok masyarakat sipil mengingatkan bahwa tugas utama TNI adalah menjaga pertahanan negara. Mereka menyoroti pentingnya pengawasan dan akuntabilitas agar pelaksanaan operasi tetap sesuai koridor hukum serta tidak menimbulkan potensi pelanggaran di lapangan.
Meski menuai pro dan kontra, operasi gabungan TNI-Polri dipastikan tetap berlangsung demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ibu kota.
