15/07/2026
mod-prabowo

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyebut kunjungan tiga pemimpin dunia ke Indonesia dalam sepekan menjadi bukti meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis di bidang ekonomi, investasi, dan diplomasi.

Jakarta, Batas.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, menilai kunjungan tiga pemimpin dunia ke Indonesia dalam kurun waktu sepekan menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis di tingkat regional maupun global.

Menurut Qodari, rangkaian pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan para kepala negara dan kepala pemerintahan mencerminkan pengakuan dunia atas stabilitas politik serta ketahanan ekonomi Indonesia. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam memperluas kerja sama yang saling menguntungkan.

“Frekuensi pertemuan dengan para pemimpin dunia menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai mitra strategis di berbagai bidang,” ujar Qodari, Senin (13/7).

Ia menjelaskan, tiga kunjungan tersebut berasal dari kawasan yang berbeda sehingga menunjukkan konsistensi Indonesia dalam membangun hubungan persahabatan dan kemitraan dengan berbagai negara.

Pertemuan pertama berlangsung pada 2 Juli 2026 ketika Presiden Prabowo menerima Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko. Dalam kesempatan itu, kedua negara membuka peluang kerja sama di sektor industri, alat berat, teknologi, serta penguatan hubungan ekonomi dengan kawasan Eurasia. Indonesia dan Belarus juga meluncurkan Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030 sebagai panduan kolaborasi lima tahun ke depan.

Selanjutnya, pada 6 Juli 2026, Presiden Prabowo menerima kunjungan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Pertemuan tersebut menghasilkan 26 kesepakatan kerja sama yang mencakup pengembangan ekonomi kawasan, energi bersih, ekonomi digital, serta berbagai sektor strategis lainnya.

Selain membahas kerja sama bilateral, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan kawasan dan situasi global. Keduanya menegaskan pentingnya ASEAN sebagai pilar stabilitas dan kerja sama di kawasan Asia Tenggara.

Sehari kemudian, Presiden Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Selain memperkuat kerja sama ekonomi, kedua negara menyepakati peningkatan kolaborasi di bidang pendidikan, penguatan kelembagaan, serta hubungan antarmasyarakat.

Kemitraan Indonesia dan India juga diperluas melalui kerja sama kebudayaan, termasuk komitmen bersama untuk mendukung restorasi Kompleks Candi Prambanan.

Qodari menegaskan setiap diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang konkret, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memiliki nilai strategis bagi kedua negara.

Melalui perluasan kemitraan internasional, Indonesia diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional menghadapi dinamika global, memperluas akses pasar ekspor, menarik investasi baru, dan meningkatkan posisi tawar di berbagai forum internasional.

Menurutnya, diplomasi Indonesia selalu berorientasi pada hasil dengan menjadikan hubungan luar negeri sebagai instrumen untuk mendukung pembangunan nasional.

Qodari menambahkan, seluruh rangkaian pertemuan tersebut mencerminkan pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam menjaga kepentingan nasional.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia memilih memperluas kolaborasi dengan berbagai negara tanpa berpihak pada salah satu kekuatan dunia. Prinsip tersebut sejalan dengan pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa memiliki banyak sahabat jauh lebih penting dibandingkan menciptakan permusuhan dalam hubungan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *