20/04/2026
Foto dari pinggiran tlaga Istimewa

Foto dari pinggiran tlaga Istimewa

batas.id-MAGETAN – Puncak acara Larungan Telaga Sarangan atau Labuhan Sarangan Tahun 2026 digelar dengan khidmat pada Jumat, 16 Januari 2026, di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Tradisi adat tahunan yang sarat makna spiritual ini kembali menyedot perhatian ribuan warga lokal, peziarah, hingga wisatawan dari berbagai daerah. Sejak pagi hari, kawasan Telaga Sarangan telah dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung prosesi larungan. Iring-iringan sesaji yang diarak dari kawasan lereng Gunung Lawu menuju bibir telaga menjadi pemandangan utama yang penuh nuansa sakral. Berbagai sesaji, termasuk hasil bumi, tumpeng, dan kepala kambing kendit, dipersiapkan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan kepada leluhur. Prosesi larungan dipimpin langsung oleh para tokoh adat dan sesepuh Sarangan.

Dengan iringan doa-doa adat Jawa, sesaji kemudian dilarung ke tengah telaga menggunakan perahu khusus. Momen ini disambut dengan keheningan oleh para peserta, menciptakan suasana yang penuh kekhusyukan. Tokoh adat Sarangan, Mbah Karyo Sastro, mengatakan bahwa Larungan Telaga Sarangan bukan sekadar tradisi, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, keselamatan, serta keharmonisan alam. “Larungan ini adalah amanah leluhur yang terus kami jaga. Maknanya bukan hanya ritual, tetapi pengingat agar manusia selalu menjaga keseimbangan dengan alam dan bersyukur atas kehidupan,” ujarnya. Ia menambahkan, pelaksanaan larungan juga menjadi doa bersama agar masyarakat Magetan dan sekitarnya dijauhkan dari bencana serta diberi kelancaran rezeki sepanjang tahun 2026. Selain prosesi utama, puncak acara Larungan Telaga Sarangan 2026 juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, seperti tari-tarian khas Jawa, Reog, serta kirab budaya yang menampilkan kearifan lokal masyarakat lereng Lawu.

Nuansa budaya semakin terasa dengan banyaknya peserta dan pengunjung yang mengenakan busana adat Jawa. Kepala Desa Sarangan, dalam keterangannya, menyebutkan bahwa tradisi larungan memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah. “Larungan Telaga Sarangan adalah warisan budaya yang menjadi kebanggaan warga. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga berdampak positif pada ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pariwisata,” katanya. Ribuan wisatawan tampak antusias mengabadikan momen larungan, baik melalui foto maupun video. Sejumlah pedagang makanan, cendera mata, dan produk lokal turut merasakan peningkatan pendapatan selama rangkaian acara berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Magetan juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Larungan Telaga Sarangan 2026 dengan pengamanan terpadu dari TNI-Polri, Satpol PP, serta relawan, guna memastikan acara berjalan tertib dan aman. Masyarakat berharap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi ini terus lestari dan menjadi penguat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *