23/04/2026
Batas 2

Indonesia Masuk kedalam nomor 2 negara yang paling kuat krisis energi global

Jakarta, Batas.id — Indonesia mencatat pencapaian signifikan di tengah ketidakpastian sektor energi global. Dalam laporan terbaru dari JP Morgan berjudul Pandora’s Bog: The Global Energy Shock of 2026 yang dirilis pada Maret 2026, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara paling tangguh dalam menghadapi gejolak energi dunia, khususnya pada sektor minyak dan gas.

Laporan tersebut menganalisis 52 negara dengan konsumsi energi terbesar yang secara keseluruhan mencakup sekitar 82 persen penggunaan energi global. Dari hasil kajian tersebut, Indonesia dinilai memiliki tingkat ketahanan energi yang sangat tinggi, hanya berada di bawah Afrika Selatan.

Penilaian ini didasarkan pada indikator total insulation factor, yaitu ukuran yang menggabungkan berbagai sumber energi domestik seperti gas, batu bara, energi terbarukan, hingga nuklir. Faktor ini mencerminkan kemampuan suatu negara dalam melindungi diri dari fluktuasi pasar energi global. Dalam hal ini, Indonesia dianggap memiliki fondasi energi yang kuat.

Salah satu faktor utama yang mendukung ketahanan Indonesia adalah besarnya produksi batu bara dalam negeri. Laporan tersebut menyebutkan bahwa negara-negara seperti China, India, Indonesia, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina memperoleh keuntungan dari ketersediaan batu bara domestik saat terjadi guncangan energi global.

Indonesia sendiri dikenal sebagai eksportir batu bara termal terbesar di dunia, sekaligus produsen gas alam yang cukup signifikan. Pada tahun 2024, Indonesia tercatat sebagai produsen gas alam terbesar ke-13 secara global, dengan produksi mencapai sekitar 2.465 miliar meter kubik.

Sebaliknya, sejumlah negara maju seperti Italia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Belanda justru dinilai lebih rentan terhadap krisis energi. Tingginya ketergantungan pada impor minyak dan gas menjadi penyebab utama, terutama di tengah ketidakpastian jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz.

Temuan ini menegaskan bahwa diversifikasi sumber energi menjadi strategi penting dalam menghadapi tekanan global. Selain Indonesia, negara seperti India, Afrika Selatan, Vietnam, dan Filipina juga memperoleh keuntungan dari struktur energi domestik mereka.

Beberapa negara lain mengandalkan energi nuklir untuk meningkatkan ketahanan, seperti Prancis, Swedia, Swiss, dan Republik Ceko. Sementara itu, negara dengan proporsi energi terbarukan tinggi seperti Brasil, Austria, dan Portugal juga menunjukkan daya tahan yang baik terhadap gejolak energi.

Menurut JP Morgan, transisi energi menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko jangka panjang. Pengembangan energi terbarukan serta adopsi kendaraan listrik dinilai sebagai langkah efektif untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *