02/05/2026
Screenshot 2026-05-02 002016

Momen menarik terjadi pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Saat berpidato di hadapan ribuan buruh, Presiden Prabowo Subianto menanyakan langsung apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bermanfaat atau tidak bagi mereka

Jakarta, Batas.id — Momen tak terduga terjadi dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, ketika Presiden RI Prabowo Subianto mendapat respons penolakan dari sebagian massa buruh terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pidatonya di hadapan ribuan pekerja, Presiden Prabowo sempat menanyakan secara langsung apakah program MBG yang digagas pemerintah memberikan manfaat bagi buruh. Namun, alih-alih mendapat dukungan, sebagian massa justru menjawab “tidak” secara serempak.

Respons spontan tersebut mencerminkan adanya jarak antara prioritas pemerintah dan kebutuhan yang dirasakan langsung oleh para pekerja. Sejumlah buruh menilai program MBG belum menjadi kebutuhan mendesak dibandingkan persoalan lain yang lebih dekat dengan kondisi mereka, seperti upah, sistem kerja, dan kepastian perlindungan tenaga kerja.

Di tengah respons tersebut, Presiden Prabowo tetap menegaskan bahwa program MBG memiliki peran penting, khususnya dalam mengatasi persoalan gizi anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Ia juga menyebut program tersebut berpotensi mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor.

Meski demikian, respons negatif dari sebagian buruh menyoroti adanya perbedaan sudut pandang antara kebijakan jangka panjang pemerintah dan tuntutan jangka pendek pekerja. Dalam aksi May Day ini, isu seperti penghapusan outsourcing, penolakan upah rendah, serta perlindungan dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi fokus utama yang disuarakan.

Pemerintah sendiri menargetkan program MBG menjangkau puluhan juta penerima manfaat sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Namun, kejadian di Monas menunjukkan bahwa penerimaan terhadap program tersebut di kalangan buruh belum sepenuhnya merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *