12/06/2026
AKSI KLAKSON

Aksi mahasiswa di Bundaran HI diwarnai seruan “Nyalakan klakson kalau capek bayar pajak mahal”. Pengguna jalan yang melintas ikut membunyikan klakson sebagai bentuk solidaritas dan kritik terhadap kondisi ekonomi.

Jakarta, Batas.id – Aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026), diwarnai dengan bentuk dukungan unik dari para pengguna jalan. Sejumlah pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman kompak membunyikan klakson setelah diajak oleh massa aksi sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Seruan yang terdengar dari tengah kerumunan massa berbunyi, “Nyalakan klakson kalau capek bayar pajak mahal.” Ajakan tersebut langsung mendapat respons dari sejumlah pengendara mobil maupun sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi aksi. Suara klakson pun bergema beberapa kali di sepanjang ruas jalan menuju Bundaran HI.

Aksi simbolik tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian publik selama berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang mengusung tema “Aksi Menuju Indonesia Bangkrut”. Berbeda dengan aksi protes yang umumnya hanya dilakukan oleh peserta demonstrasi, kali ini masyarakat yang berada di luar barisan massa juga terlihat ikut berpartisipasi melalui bunyi klakson kendaraan mereka.

Massa aksi memanfaatkan kondisi lalu lintas yang masih berjalan di sejumlah titik sekitar Bundaran HI. Meski aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat di kawasan tersebut, arus kendaraan tidak sepenuhnya ditutup. Kesempatan itu kemudian digunakan mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang melintas.

Bagi para demonstran, bunyi klakson bukan sekadar suara kendaraan, melainkan bentuk ekspresi dukungan terhadap berbagai keluhan yang mereka suarakan. Isu tingginya biaya hidup, kenaikan harga kebutuhan pokok, beban pajak, hingga kondisi ekonomi nasional menjadi tema yang terus diangkat selama aksi berlangsung.

Beberapa pengendara tampak merespons ajakan tersebut dengan membunyikan klakson singkat, sementara lainnya memilih melanjutkan perjalanan tanpa memberikan respons. Meski demikian, momen solidaritas spontan ini menjadi salah satu gambaran bagaimana aksi mahasiswa berupaya melibatkan masyarakat luas dalam menyampaikan aspirasi mereka.

Fenomena “aksi klakson” ini juga cepat menyebar di media sosial melalui berbagai unggahan video yang memperlihatkan interaksi antara mahasiswa dan pengguna jalan. Banyak warganet menilai cara tersebut sebagai bentuk protes yang kreatif dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Aksi demonstrasi sendiri berlangsung hingga sore hari dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa menegaskan bahwa suara klakson yang terdengar di sepanjang jalan bukan hanya simbol dukungan terhadap aksi mereka, tetapi juga cerminan keresahan sebagian masyarakat terhadap berbagai persoalan ekonomi yang tengah dihadapi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *