Jakarta, Batas.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang relatif aman dari berbagai ancaman global, termasuk kemungkinan terjadinya Perang Dunia III. Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden memberikan arahan kepada para menteri, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rapat di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4). Menurut Prabowo, kondisi keamanan Indonesia tercermin dari meningkatnya jumlah warga negara asing, khususnya dari Rusia dan Ukraina, yang memilih menetap di Bali sejak konflik terjadi di kawasan mereka. Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara yang stabil dan jauh dari konflik bersenjata global. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu destinasi aman di tengah ketidakpastian geopolitik dunia. Presiden memberikan arahan kepada para menteri, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rapat di Istana Kepresidenan Selain itu, pemerintah juga tengah mempertimbangkan pembangunan Kawasan Keuangan Khusus atau Special Financial Zone (SFZ) sebagai upaya menarik investasi asing, terutama dari negara-negara yang sedang mengalami konflik. Rencana ini, yang turut didorong oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan Bali sebagai lokasi potensial. Kawasan tersebut nantinya diharapkan menawarkan berbagai insentif seperti keringanan pajak dan regulasi yang lebih fleksibel. Dengan adanya SFZ, pemerintah berharap arus investasi global, termasuk dari kawasan Timur Tengah, dapat mengalir ke Indonesia yang dinilai aman dan stabil. Presiden juga menekankan bahwa stabilitas ekonomi serta budaya masyarakat yang ramah menjadi faktor utama daya tarik Indonesia di mata investor internasional. Di akhir arahannya, Prabowo mengingatkan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja secara terintegrasi, tanpa mengedepankan kepentingan sektoral, demi mewujudkan tujuan pembangunan nasional. Baca juga: Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan UNIFIL Fahri Hamzah Tanggapi Pernyataan Saiful Mujani: Jangan Beri Ruang Tindakan Inkonstitusional Program Bedah Rumah Ditingkatkan, Pemerintah Targetkan 400 Ribu Unit pada 2026 Post navigation Belanja Negara Naik di Awal 2026, NEXT Indonesia Center: Fiskal Tetap Aman AS dan Iran Sepakati Gencatan Senjata 14 Hari, Tegangan Global Sementara Mereda