08/08/2026
BPS22

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Kondisi pasar tenaga kerja Indonesia menunjukkan perkembangan positif pada Mei 2026. Peningkatan jumlah penduduk yang bekerja turut mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), mencerminkan semakin baiknya kemampuan pasar kerja dalam menyerap tenaga kerja.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, meningkat sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Pada periode yang sama, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 70,57 persen, atau naik 0,01 persen poin dibandingkan survei sebelumnya.

BPS juga mencatat jumlah penduduk yang bekerja meningkat menjadi 148,19 juta orang, atau bertambah sekitar 522 ribu orang dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai kategori pekerjaan.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa jumlah pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang, bertambah sekitar 391 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Selain itu, jumlah pekerja paruh waktu tercatat sebanyak 38,42 juta orang, meningkat sekitar 72 ribu orang, sedangkan pekerja setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang, atau bertambah sekitar 59 ribu orang.

Dari sisi lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 42,60 juta pekerja, atau sekitar 28,75 persen dari total penduduk yang bekerja.

Peningkatan juga terjadi pada jumlah pekerja formal. Hingga Mei 2026, pekerja di sektor formal mencapai 60,31 juta orang, setara 40,70 persen dari total pekerja, meningkat 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Sementara itu, jumlah pekerja komuter naik cukup signifikan menjadi 7,74 juta orang, bertambah sekitar 554 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya.

Membaiknya penyerapan tenaga kerja tersebut turut berdampak pada penurunan tingkat pengangguran. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 berada di angka 4,65 persen, turun 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Menurut BPS, tren penurunan pengangguran tersebut terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan, menunjukkan perbaikan kondisi pasar kerja secara nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *