14/08/2026
molis peresmian nasional

Prabowo menargetkan ekosistem mobil listrik Indonesia mulai produksi massal paling lambat 2028. Pemerintah juga mendorong B50 dan PLTS 100 GW.

Cikarang, Batas.id Presiden RI Prabowo Subianto mendorong industri dalam negeri untuk terus meningkatkan kapasitas produksi motor listrik nasional hingga mencapai 2 juta unit. Target tersebut disampaikan Presiden setelah mengapresiasi capaian industri nasional yang telah berhasil memproduksi sebanyak 20 ribu unit motor listrik.

Prabowo menyampaikan bahwa capaian produksi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat industri kendaraan listrik nasional. Ia bahkan menyatakan akan kembali hadir untuk memberikan apresiasi apabila produksi motor listrik terus mengalami peningkatan hingga mencapai target yang lebih besar.

“Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20 ribu motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).

Menurut Presiden, peningkatan produksi motor listrik tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai unsur, termasuk lembaga pengelola investasi nasional Danantara, untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik sekaligus mempercepat pertumbuhan industri di dalam negeri.

Prabowo secara khusus meminta Danantara memberikan dukungan terhadap pengembangan ekosistem motor listrik sesuai dengan kapasitas dan sumber daya yang dapat diberikan.

“Danantara dukung dengan apa yang kau bisa dukung tadi kita bicarakan,” tegasnya.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, pemerintah juga akan mendorong agar motor listrik semakin mudah dijangkau masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan skema pembiayaan dengan beban cicilan yang lebih ringan.

Pemerintah, kata Prabowo, akan berupaya menurunkan tingkat bunga pembiayaan motor listrik. Bahkan, pemerintah akan mengkaji kemungkinan pembelian motor listrik tanpa harus membayar uang muka atau down payment (DP).

“Kita akan turunkan apa itu, bunga bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” jelasnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di tengah masyarakat. Menurut Prabowo, harga dan skema pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik.

Presiden juga menyoroti keuntungan dari sisi biaya operasional. Berdasarkan perhitungan yang disampaikan, penggunaan motor listrik berpotensi memberikan penghematan yang cukup besar bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Prabowo menyebut penghematan biaya penggunaan motor listrik dapat mencapai sedikitnya 50 persen dan dalam kondisi tertentu bahkan bisa mencapai 70 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.

“Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, penggunaan motor listrik dapat menghemat pengeluaran masyarakat untuk mobilitas sehari-hari, minimal 50 persen bahkan hingga 70 persen,” ujar Prabowo.

Ia menilai peralihan menuju kendaraan listrik juga semakin penting seiring dengan meningkatnya perhatian dunia terhadap persoalan emisi dan lingkungan. Berbagai negara mulai menerapkan kebijakan pengendalian emisi, termasuk melalui penerapan pajak karbon atau carbon tax serta pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil di sejumlah kota besar.

Prabowo mencontohkan Beijing yang telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mengendalikan penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin. Menurutnya, perkembangan kebijakan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik akan semakin relevan dalam sistem transportasi masa depan.

Meski demikian, Presiden memahami bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang telah memiliki kendaraan bermotor berbahan bakar bensin. Karena itu, pemerintah juga akan mempertimbangkan skema yang dapat membantu pemilik kendaraan lama untuk beralih ke kendaraan listrik.

Salah satu opsi yang sedang dipikirkan adalah mekanisme tukar tambah atau trade-in. Melalui skema tersebut, masyarakat yang telah memiliki motor berbahan bakar bensin nantinya dapat menukarkan kendaraan lamanya dengan motor listrik baru dengan membayar tambahan biaya tertentu.

“Kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa bisa tukar tambah motor yang lama dapat motor baru ya tambah dikit lah,” ujarnya.

Motor Listrik Nasional Jadi Contoh Indonesia Incorporated

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan dan produksi motor listrik nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara berbagai kekuatan nasional.

Kolaborasi tersebut melibatkan sektor swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga kalangan akademisi. Menurut Prabowo, kerja sama lintas sektor seperti ini merupakan contoh nyata dari konsep yang disebutnya sebagai Indonesia Incorporated.

“Hari ini adalah menurut pendapat saya salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa penguatan industri nasional membutuhkan kerja sama dari seluruh komponen bangsa. Pemerintah, dunia usaha, BUMN, perguruan tinggi, serta berbagai pihak lainnya perlu memiliki tujuan yang sama dalam membangun kemampuan industri dan teknologi nasional.

Presiden menilai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan suatu negara di era modern. Kemajuan teknologi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian dan daya saing bangsa.

“Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai science dan teknologi dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut baru bisa dikatakan bangsa itu berhasil negara itu berhasil,” imbuhnya.

Prabowo juga menyampaikan penghargaan kepada para pengusaha nasional yang berani mengambil langkah untuk mengembangkan industri motor listrik di Indonesia. Menurutnya, keputusan tersebut membutuhkan keberanian karena industri kendaraan listrik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, terutama dengan negara-negara yang telah lebih dahulu mengembangkan teknologi dan industri kendaraan listrik.

Ia menilai keberanian pelaku usaha nasional untuk mengambil risiko perlu terus mendapatkan dukungan agar Indonesia mampu membangun industri kendaraan listrik yang kuat dan memiliki daya saing.

Presiden kemudian mengajak seluruh kekuatan ekonomi nasional untuk memperkuat semangat kolaborasi. Menurutnya, perusahaan besar, pelaku usaha menengah, hingga kelompok usaha yang lebih kecil perlu saling mendukung untuk menciptakan ekosistem industri nasional yang kokoh.

Prabowo menekankan bahwa semangat Indonesia Incorporated harus menjadi kekuatan bersama dalam membangun industri dalam negeri. Dengan kolaborasi tersebut, pemerintah berharap pengembangan kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga memperkuat penguasaan teknologi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kemampuan industri nasional.

“Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated kita harus jadi satu yang kuat. Yang menengah yang kuat, yang menengah, yang agak menengah dan yang lemah harus bersatu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *