11/08/2026
Survey Haji

Jakarta, Batas.id – Penyelenggaraan ibadah haji 2026 mencatat perkembangan positif. Tingkat kepuasan jemaah terhadap layanan haji meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah mulai dirasakan langsung oleh jemaah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan hasil Survei Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi gambaran objektif mengenai kualitas pelayanan haji tahun ini.

Menurut Qodari, peningkatan kepuasan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berhenti melakukan evaluasi.

“Lompatan ini tentu tidak boleh membuat terlena, karena masih ada berbagai langkah transformasi yang perlu dilanjutkan,” ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (10/8).

Kepuasan Jemaah Capai 83,28

Pada pengukuran 2026, BPS menggunakan metode yang lebih menyeluruh dalam menilai pelayanan haji. Berbeda dengan Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) sebelumnya yang lebih berfokus pada pengalaman jemaah selama berada di Arab Saudi, IKLHI mencakup seluruh rangkaian pelayanan.

Penilaian tersebut dimulai sejak jemaah melakukan persiapan di Indonesia hingga kembali ke Tanah Air.

Survei yang melibatkan 14.400 responden tersebut mencatat tingkat kepuasan jemaah secara keseluruhan mencapai 83,28 dan masuk kategori sangat memuaskan.

Sementara itu, jika menggunakan metodologi sebelumnya, nilai IKJHI 2026 tercatat sebesar 91,45. Angka tersebut meningkat 2,99 poin dibandingkan capaian 2025 yang berada di level 88,46.

Sejumlah aspek pelayanan juga mencatat hasil positif. Kepuasan terhadap pelayanan di dalam negeri mencapai 83,85, sedangkan pelayanan di luar negeri berada di angka 82,71.

Adapun pelayanan di bandara menjadi tahapan dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni mencapai 84,76.

Pemerintah Lanjutkan Evaluasi

Qodari mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, petugas haji, pemerintah Arab Saudi, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Menurutnya, hasil survei menunjukkan pembenahan pelayanan mulai memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh jemaah.

Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan yang masih membutuhkan perbaikan.

“ Ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci. Di baliknya ada tanggung jawab besar untuk memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, sehat, dan khusyuk,” kata Qodari.

Evaluasi selanjutnya akan diarahkan pada peningkatan pelayanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pemerintah juga akan memperkuat kesiapan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.

Momentum Transformasi Penyelenggaraan Haji

Qodari menilai hasil survei BPS dapat menjadi pijakan bagi pemerintah untuk melanjutkan transformasi penyelenggaraan ibadah haji.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting karena merupakan tahun pertama penyelenggaraan haji oleh Kementerian Haji dan Umrah.

Menurut Qodari, setiap hasil survei merupakan masukan penting dari jemaah untuk memperbaiki kualitas pelayanan pada penyelenggaraan haji berikutnya.

“Setiap angka adalah masukan dari jemaah, dan setiap masukan adalah dasar untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *