Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan untuk memastikan seluruh program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Qodari, evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo bersama jajaran Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna bertujuan menilai sejauh mana capaian program pemerintah sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih perlu diselesaikan.
Ia menjelaskan bahwa proses evaluasi menjadi sarana untuk mengetahui keberhasilan program, menemukan aspek yang masih perlu diperbaiki, serta menyusun langkah-langkah strategis agar pelaksanaan kebijakan semakin optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Qodari memaparkan sejumlah capaian pemerintah, di antaranya rampungnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, dimulainya Proyek Gas Abadi Masela yang sempat tertunda selama hampir tiga dekade, serta peluncuran bahan bakar B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Pemerintah juga telah meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 100 Kampung Nelayan Merah Putih untuk memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kawasan pesisir.
Pada sektor pelayanan publik, pemerintah terus memperluas keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang kini telah tersedia di 313 kabupaten dan kota, dengan menyediakan sekitar 150 jenis layanan dalam satu lokasi guna mempermudah masyarakat mengakses berbagai pelayanan administrasi.
Sementara itu, transformasi digital juga terus dipercepat melalui digitalisasi program perlindungan sosial. Hingga kini, program tersebut telah diterapkan di 43 kabupaten dan kota di 26 provinsi, dengan sekitar satu juta keluarga telah terdaftar dari target 12,5 juta keluarga.
Qodari menyebut digitalisasi layanan tersebut turut membantu masyarakat menghemat biaya administrasi. Jika sebelumnya satu keluarga dapat mengeluarkan sekitar Rp150 ribu untuk mengurus berbagai dokumen dan pendaftaran bantuan, kini proses tersebut dapat dilakukan tanpa dipungut biaya.
Ia menegaskan berbagai pencapaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program-program prioritas nasional.
Menurutnya, evaluasi bukan sekadar proses penilaian, melainkan budaya kerja yang diperlukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo serta mampu memberikan hasil yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah berkomitmen terus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara, memperkuat akuntabilitas, serta memastikan setiap belanja pemerintah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
