03/07/2026
Erick Thohir Bakom RI

Pemerintah Indonesia terus mengupayakan diri menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Jakarta, batas.id – Pemerintah Indonesia terus memantapkan langkah untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen perdana yang berada di bawah naungan FIFA dan dijadwalkan berlangsung pada jendela pertandingan internasional September–Oktober 2026. Jika terpilih, Indonesia akan mencatat sejarah sebagai salah satu penyelenggara edisi pertama kompetisi tersebut.

Komitmen pemerintah terhadap pencalonan ini kembali ditegaskan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam Konferensi Pers Penguatan Ekosistem Olahraga Nasional di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Kamis, 2 Juli 2026. Erick menyampaikan bahwa proses bidding masih berlangsung dan persaingan cukup ketat karena diikuti sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Erick, apabila Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah, pencapaian tersebut akan menjadi tonggak penting bagi perkembangan sepak bola nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam agenda sepak bola internasional. Selain memberikan kebanggaan nasional, penyelenggaraan di dalam negeri juga dinilai lebih efisien dari sisi operasional dibandingkan apabila kompetisi digelar di luar Indonesia.

Erick menjelaskan bahwa penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup sejalan dengan upaya FIFA meningkatkan kualitas kompetisi dan pembinaan sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Turnamen tersebut diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak pertandingan internasional yang kompetitif sekaligus mempercepat peningkatan kualitas pemain dan ekosistem sepak bola di kawasan.

Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam mendukung proses pencalonan tersebut. Erick mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah beberapa kali menggelar pembahasan khusus mengenai kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah. Presiden bahkan menyatakan kesiapan pemerintah untuk menerbitkan surat dukungan resmi kepada FIFA apabila proses negosiasi telah mencapai tahap yang diperlukan.

Sebelumnya, Erick juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan FIFA menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, FIFA telah memberikan respons yang baik terhadap peluang Indonesia menjadi salah satu tuan rumah turnamen yang akan digelar pada September–Oktober 2026. Dukungan penuh pemerintah diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam proses penentuan tuan rumah.

Apabila Indonesia akhirnya ditunjuk sebagai penyelenggara, turnamen tersebut diperkirakan tidak hanya memberikan dampak terhadap prestasi olahraga, tetapi juga mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang mampu menggelar ajang olahraga internasional berskala besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *