Direktur Hanania Group Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Dugaan Umrah Bermasalah
Jakarta, Batas.id – Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group), Ahmad Syah Farhan (ASF), sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan dan pengelolaan dana perjalanan umrah yang tengah diselidiki aparat penegak hukum.
Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terkait laporan sejumlah calon jemaah yang mengaku mengalami kerugian akibat keberangkatan umrah yang tidak terealisasi. Saat ini, ASF telah menjalani proses penahanan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa hingga kini telah menerima sedikitnya dua laporan resmi dari para korban. Salah satu laporan mewakili lebih dari seratus calon jemaah yang mengaku gagal berangkat sesuai jadwal yang dijanjikan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, nilai kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring dibukanya posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan.
Penyidik menduga terdapat ketidaksesuaian antara dana yang telah disetorkan calon jemaah dengan realisasi keberangkatan yang dijanjikan. Aparat juga masih mendalami aliran dana serta berbagai aspek operasional perusahaan terkait.
Sebelumnya, pihak penyelenggara perjalanan disebut menawarkan paket umrah dengan harga yang kompetitif dan aktif melakukan promosi melalui berbagai kanal pemasaran. Namun sejumlah calon jemaah mengaku tidak memperoleh kepastian keberangkatan meskipun telah melakukan pembayaran.
Atas perkara tersebut, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal yang berkaitan dengan dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap keseluruhan fakta dalam kasus ini.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk melapor melalui jalur resmi dengan membawa dokumen dan bukti transaksi yang relevan guna mendukung proses penyelidikan.
