Sumber: Antaranews
Jakarta, Batas.id — Badan Gizi Nasional resmi memperkenalkan aplikasi dan dasbor digital bernama “Reviu Menu MBG” yang mulai dapat diakses masyarakat pada Juni 2026. Platform ini dihadirkan sebagai upaya memperkuat transparansi serta meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.
Melalui sistem digital tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung data penilaian terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan para mitra penyedia makanan yang terlibat dalam program MBG. Kehadiran dasbor publik ini juga diharapkan mampu membuka ruang partisipasi masyarakat dalam memantau kualitas layanan pangan bagi para penerima manfaat.
Data yang tampil di platform berasal dari laporan harian petugas lapangan atau Person in Charge (PIC), mulai dari guru sekolah, pengurus pesantren, hingga kader posyandu. Laporan tersebut menjadi dasar evaluasi terhadap kualitas makanan dan distribusi program di setiap wilayah.
Dalam sistem ini, terdapat empat indikator utama yang menjadi fokus penilaian. Pertama, ketepatan waktu pengiriman makanan dari dapur SPPG menuju lokasi penerima manfaat. Kedua, kondisi aroma makanan untuk memastikan hidangan masih layak konsumsi dan tidak rusak.
Selain itu, aspek rasa juga menjadi perhatian penting agar makanan yang diberikan tetap memiliki kualitas baik dan dapat diterima oleh anak-anak. Sementara parameter terakhir adalah variasi menu guna memastikan asupan gizi tidak monoton serta tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
BGN menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemantauan publik, tetapi juga menjadi mekanisme deteksi dini terhadap potensi masalah di lapangan. Dengan adanya laporan secara berkala, potensi keterlambatan distribusi maupun penurunan kualitas makanan dapat segera diketahui sebelum berdampak lebih luas.
Dasbor “Reviu Menu MBG” juga disebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas penggunaan anggaran program MBG. Melalui data yang terbuka dan dapat diakses publik, masyarakat dapat ikut memantau efektivitas pelaksanaan program secara lebih transparan.
Hasil penilaian dari guru, kader posyandu, dan pihak terkait nantinya akan menjadi dasar evaluasi bagi BGN terhadap mitra dapur penyedia makanan. Jika ditemukan pelanggaran standar kualitas atau distribusi, lembaga dapat memberikan peringatan hingga melakukan penangguhan kerja sama operasional.
Menjelang peluncuran akses publik, sistem internal BGN mencatat tingkat kelayakan makanan program MBG mencapai 99,88 persen. Sementara tingkat ketepatan waktu distribusi makanan dilaporkan berada di angka 97,95 persen.
