17/05/2026
Peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, Kabupaten Nganjuk,16 Mei 2026

Ucapan Presiden Prabowo Subianto mengenai penggunaan Dollar AS di kawasan pedesaan sempat menjadi perhatian publik. Di balik pernyataannya, tersimpan pesan mengenai pentingnya ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak nilai tukar mata uang global.

Nganjuk, Batas.id — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai penggunaan Dollar AS di kawasan pedesaan sempat menjadi perhatian publik. Ucapan tersebut disampaikan secara santai ketika meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur. Di balik pernyataannya, tersimpan pesan mengenai pentingnya ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak nilai tukar mata uang global.

Secara nyata, masyarakat desa di Indonesia memang menjalankan aktivitas ekonomi sepenuhnya menggunakan Rupiah. Transaksi sehari-hari seperti membeli kebutuhan pokok, hasil pertanian, hingga perdagangan di pasar tradisional tidak melibatkan mata uang asing. Melalui gambaran sederhana tersebut, Presiden ingin menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat akar rumput tetap berjalan stabil meskipun kurs Dollar AS mengalami fluktuasi.

Pemerintah juga berupaya menenangkan kekhawatiran masyarakat perkotaan maupun pelaku pasar yang sering bereaksi berlebihan terhadap pergerakan nilai tukar. Pesan yang ingin disampaikan adalah fondasi ekonomi riil Indonesia, khususnya di sektor pedesaan, masih memiliki daya tahan yang kuat.

Meski demikian, secara ekonomi makro, perubahan nilai Dollar AS tetap memberikan pengaruh tidak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi pedesaan masih bergantung pada sejumlah komponen impor. Bahan baku pupuk, suku cadang alat pertanian, hingga pakan ternak banyak dibeli dari luar negeri menggunakan mata uang Dollar AS.

Ketika nilai tukar Dollar menguat, biaya produksi para petani ikut meningkat. Dampaknya kemudian merembet pada harga pangan dan kebutuhan pokok di pasar tradisional. Walaupun warga desa tidak menggunakan Dollar dalam transaksi harian, daya beli mereka tetap dapat terpengaruh akibat melemahnya nilai Rupiah terhadap mata uang asing.

Melalui pernyataan tersebut, pemerintah sebenarnya ingin menekankan pentingnya kemandirian ekonomi nasional. Pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan baku menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia. Pengembangan sektor pangan lokal, penggunaan pupuk organik mandiri, serta hilirisasi industri dalam negeri dinilai menjadi strategi utama agar ekonomi pedesaan lebih tahan menghadapi tekanan global di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *