24/05/2026
bu nanaik bgn

Wakil Kepalal BGN memastikan terkait penghentian Operasional SPPG tersebut

Jakarta, Batas.id — Puluhan siswa di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total sebanyak 72 siswa dari empat sekolah terdampak dalam insiden yang terjadi pada Sabtu, 4 April 2026.

Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, terutama pada tahap distribusi dan pengolahan makanan.

Siswa dari Empat Sekolah Terdampak

Ke-72 siswa yang mengalami gejala keracunan berasal dari empat institusi pendidikan berbeda di kawasan Pondok Kelapa. Mereka adalah siswa dari SD Negeri Pondok Kelapa 1, SD Negeri Pondok Kelapa 07, SD Negeri Pondok Kelapa 09, serta SMA Negeri 91 Jakarta.

Sebagian besar siswa mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam program MBG. Kondisi ini kemudian dilaporkan ke pihak sekolah dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis.

Sejumlah siswa yang keracunan merasakan gejala yang serupa dengan keracunan usai menyantap spagheti dari SPPG.

Dugaan Penyebab Keracunan

Berdasarkan informasi awal, para siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu spageti bolognese yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 pada Kamis, 2 April 2026.

Menu tersebut menjadi fokus utama dalam investigasi. Dugaan sementara mengarah pada saus bolognese yang kemungkinan tidak memenuhi standar keamanan pangan. Namun, hingga saat ini hasil uji laboratorium resmi masih dalam proses dan belum diumumkan.

Pihak terkait menyatakan investigasi akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada proses pengolahan, penyimpanan bahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Gejala yang Dialami Korban

Para siswa yang terdampak melaporkan gejala serupa yang umum terjadi pada kasus keracunan makanan. Gejala tersebut meliputi mual, muntah, diare, pusing, hingga demam.

Beberapa siswa dilaporkan mengalami kondisi yang cukup serius sehingga memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Meski demikian, sebagian lainnya hanya mengalami gejala ringan dan dapat ditangani secara rawat jalan.

Tenaga medis terus memantau perkembangan kondisi para korban guna memastikan tidak terjadi komplikasi lanjutan.

Penanganan Medis dan Tanggung Jawab

Para siswa yang terdampak saat ini mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, RS Islam Jakarta Pondok Kopi, dan RS Harum Sisma Medika.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang terjadi dalam program MBG.

Selain itu, pemerintah daerah memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis yang optimal tanpa terkendala biaya.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Sebagai tindak lanjut atas kejadian ini, operasional SPPG Pondok Kelapa 2 dihentikan sementara. Keputusan tersebut diambil setelah ditemukan sejumlah indikasi bahwa fasilitas dapur serta sistem pengolahan limbah (IPAL) belum memenuhi standar keamanan pangan.

Penghentian operasional ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus memberi ruang bagi evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang ada.

Pihak berwenang menegaskan bahwa standar keamanan pangan dalam program MBG akan diperketat, termasuk pengawasan terhadap mitra penyedia makanan.

Gubernur Pastikan Penanganan Optimal

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turut menjenguk para siswa yang dirawat di rumah sakit. Dalam kunjungannya, ia memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen untuk mengawal proses investigasi hingga tuntas serta memastikan perbaikan sistem dalam program MBG.

Insiden ini menjadi evaluasi penting bagi pelaksanaan program makan bergizi, terutama dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh siswa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *