17/06/2026
QADARI

Pemerintah mendorong Program Gentengisasi sebagai upaya menghadirkan rumah layak huni sekaligus memperkuat ekonomi rakyat melalui UMKM.

Jakarta, Batas.id – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyatakan bahwa Program Gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM lokal.

Menurut Qodari, program tersebut dirancang agar pembangunan rumah layak huni dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaan produk-produk dalam negeri, khususnya hasil produksi pengrajin genteng lokal.

Program Gentengisasi telah diintegrasikan ke dalam Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan menjadi bagian dari gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

Pelaksanaan program dimulai pada Maret 2026 dari sentra industri genteng Jatiwangi, Kabupaten Majalengka. Pada tahap awal, pemerintah mendistribusikan puluhan ribu genteng hasil produksi UMKM lokal untuk mendukung program perbaikan rumah di berbagai daerah.

Hingga saat ini, komitmen pembelian genteng dari berbagai program pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta telah mencapai sekitar Rp3 miliar. Seluruh pengadaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan penyerapan produk pengrajin lokal sekaligus memperkuat sektor usaha kecil dan menengah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Majalengka juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk perbaikan ribuan rumah tidak layak huni. Pemerintah pusat melalui program BSPS turut mengalokasikan bantuan bagi ratusan unit rumah di wilayah tersebut.

Qodari menegaskan bahwa Program Gentengisasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menggabungkan pembangunan perumahan dengan penguatan ekonomi kerakyatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *