Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang menjelang demo DPR. Dua orang ditahan, polisi menyita sejumlah barang berbahaya.
Jakarta, Batas.id — Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang dalam rangkaian langkah pencegahan menjelang aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kepolisian menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi preventive strike dan preventive education untuk mencegah pihak-pihak yang diduga hendak menunggangi aksi dan memicu kericuhan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, dari 65 orang yang diamankan, dua orang berinisial R dan Z ditangani Direktorat Siber Polda Metro Jaya dan telah ditahan. Sementara itu, 63 orang lainnya diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peran serta kemungkinan pertanggungjawaban pidana masing-masing.
Dalam pengamanan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang yang dinilai berpotensi digunakan untuk melakukan kekerasan. Barang yang ditemukan antara lain senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, serta material yang diduga dipersiapkan untuk membuat bom molotov. Polisi juga menyebut menemukan tujuh jeriken berisi bensin dan 201 botol kaca yang telah dilengkapi sumbu.
Menurut kepolisian, 65 orang tersebut diamankan di wilayah Jakarta Timur dan masih didalami keterkaitannya dengan aksi penyampaian aspirasi. Polisi juga menyelidiki dugaan adanya proses konsolidasi, penyebaran narasi provokatif, perekrutan massa, hingga penggalangan dana yang dilakukan sebelum aksi.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum tetap merupakan hak masyarakat. Namun, kepolisian menyatakan pelaksanaan aksi harus berlangsung sesuai ketentuan hukum serta tidak disertai membawa benda berbahaya atau tindakan kekerasan. Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk konten provokatif dan disinformasi.
Kepolisian menyatakan proses pemeriksaan terhadap puluhan orang tersebut masih berlangsung. Pendalaman dilakukan untuk menentukan peran masing-masing pihak serta memastikan apakah mereka memiliki keterkaitan dengan rencana menunggangi aksi demonstrasi atau tidak.
