23/07/2026
Prasta

Berkali-kali gagal mengikuti seleksi TNI tak membuat Zul Arsyi menyerah. Putra petani asal Sumbawa itu akhirnya resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai Perwira TNI Angkatan Laut.

Jakarta – Perjuangan panjang Letnan Dua Laut (Teknik) Zul Arsyi akhirnya membuahkan hasil. Putra seorang petani asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai perwira TNI Angkatan Laut di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).

Keberhasilan Zul menjadi perwira tidak diraih dengan mudah. Sebelum diterima di Akademi Angkatan Laut (AAL), ia beberapa kali mengikuti seleksi TNI melalui jalur tamtama maupun bintara, namun selalu gagal. Meski demikian, kegagalan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang hingga akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan dan menyandang pangkat Letda Laut.

Zul mengaku tidak pernah membayangkan dapat berdiri di Istana Negara sebagai perwira TNI. Ia meyakini keberhasilannya merupakan buah dari doa dan dukungan kedua orang tuanya yang tak pernah putus.

Dalam kesempatan tersebut, Zul juga mengungkapkan pesan Presiden Prabowo Subianto yang paling membekas di hatinya, yakni agar setiap prajurit TNI senantiasa menjaga rakyat serta mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Pesan itu, menurutnya, akan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas sebagai perwira.

Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap cita-cita Indonesia Emas 2045. Menurut Zul, berbagai program pemerintah di bidang ketahanan pangan dan energi menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Selama menjalani pendidikan di Akademi Angkatan Laut, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah harus berjauhan dengan keluarga. Namun seluruh pengorbanan tersebut kini terbayar setelah ia menjadi perwira TNI AL pertama yang berasal dari kampung halamannya di Sumbawa.

Kebahagiaan serupa dirasakan kedua orang tuanya, Muhammad Akhyar dan Silvasari, yang hadir langsung menyaksikan pelantikan putra mereka di Istana Negara. Sang ibu mengaku bangga dan terharu melihat cita-cita anaknya akhirnya terwujud setelah melalui perjuangan yang panjang.

Sementara itu, sang ayah yang berprofesi sebagai petani berharap Zul menjadi prajurit yang selalu mengabdi kepada bangsa dan negara. Ia juga mengaku merasakan manfaat dari program swasembada pangan pemerintah yang dinilai mampu meningkatkan hasil pertanian dan harga komoditas di daerahnya.

Muhammad Akhyar berharap berbagai program yang berpihak kepada petani terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *