Jakarta, Batas.id — Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional. Melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), program SMK Go Global resmi diluncurkan secara serentak pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghubungkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara. SMK Go Global juga mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan 500.000 tenaga kerja terampil, dengan target sebanyak 300.000 lulusan SMK dapat dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri.
Pelatihan Disesuaikan Kebutuhan Pasar Global
SMK Go Global dirancang tidak hanya untuk mempersiapkan peserta sebelum keberangkatan, tetapi juga memberikan pembekalan secara menyeluruh. Peserta akan mendapatkan pelatihan kompetensi teknis, kemampuan bahasa asing sesuai negara tujuan, pemahaman keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pengetahuan mengenai budaya dan etika kerja internasional.
Pemerintah menggandeng berbagai lembaga pendidikan vokasi dan perguruan tinggi di daerah untuk menjalankan program tersebut. Pelatihan diarahkan pada sejumlah bidang yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi di pasar internasional.
Beberapa sektor yang menjadi fokus program antara lain kesehatan, khususnya caregiver; perhotelan dan pelayanan seperti hospitality serta waiter; manufaktur dan teknik seperti welder dan operator produksi; serta pertanian dan perkebunan.
Peserta juga akan memperoleh sertifikasi kompetensi teknis sebagai bukti keterampilan yang dimiliki. Sertifikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi tenaga kerja Indonesia ketika bersaing dengan pekerja dari negara lain.
Penempatan Legal dan Perlindungan Pekerja
Selain meningkatkan keterampilan, pemerintah menempatkan aspek perlindungan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan SMK Go Global. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menegaskan bahwa proses penempatan peserta ke luar negeri dilakukan melalui mekanisme yang legal, aman, dan sesuai prosedur.
Perlindungan sosial juga dipersiapkan dengan melibatkan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah turut menggandeng sektor perbankan untuk memberikan dukungan pembiayaan penempatan sehingga persoalan biaya tidak menjadi penghalang bagi calon pekerja migran yang memiliki kompetensi.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan proses penempatan yang lebih terukur sekaligus mengurangi potensi pekerja Indonesia berangkat melalui jalur nonprosedural.
Tidak Hanya untuk Lulusan SMK
Meski menggunakan nama SMK Go Global, kesempatan mengikuti program ini tidak terbatas bagi lulusan sekolah menengah kejuruan. Lulusan SMA, diploma, hingga sarjana juga dapat memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri memasuki pasar kerja internasional.
Setelah pelaksanaan Batch I pada akhir Agustus 2026, pemerintah berencana membuka pendaftaran Batch II pada awal September 2026.
Melalui SMK Go Global, pemerintah berupaya mengubah profil pekerja migran Indonesia menjadi tenaga kerja yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja internasional. Program ini diharapkan semakin memperluas peluang generasi muda Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang kompetitif di pasar global.
