13/08/2026
pangkal majene SR

Sempat berjualan kacang demi membantu keluarga, Citra kini berprestasi dan meraih juara karate melalui Sekolah Rakyat.

Pangkajene dan Kepulauan, Batas.id— Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Citra Nur Ramadhani untuk meraih prestasi. Gadis berusia 10 tahun itu kini dapat mengembangkan potensi dirinya setelah bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Citra tumbuh dalam keluarga sederhana bersama kakak dan adiknya. Sang ibu merupakan penyandang disabilitas yang bekerja sebagai penyapu masjid sekaligus buruh cuci. Sementara ayahnya meninggal dunia ketika Citra masih berusia 8 tahun.

Kondisi tersebut membuat Citra harus ikut membantu memenuhi kebutuhan keluarga sejak usia dini. Ia pernah berjualan kacang bungkus sepulang sekolah. Selain membantu perekonomian keluarga, aktivitas tersebut juga dilakukan Citra setelah dirinya mengalami perundungan di sekolah.

Kini, kehidupan Citra mulai berubah. Setelah menjadi siswi Sekolah Rakyat, ia tidak lagi harus berjualan kacang untuk membantu keluarganya. Ia juga mengaku mendapatkan lingkungan belajar yang nyaman dan tidak lagi mengalami perundungan.

“Sekolah di sini saya tidak pernah di-bully, teman-teman saya di sini pada baik semua,” ujar Citra.

Lingkungan baru tersebut membuat Citra semakin leluasa mengembangkan bakatnya. Salah satunya melalui kegiatan karate yang diikutinya di Sekolah Rakyat.

Bakat tersebut bahkan membawanya menjadi perwakilan Kabupaten Pangkajene Kepulauan dalam sebuah kejuaraan karate di Kota Makassar. Dalam kompetisi tersebut, Citra berhasil meraih juara kedua.

“Dulu aku ikut lomba karate di Makassar mewakili Pangkep. Terus aku juara dua, aku senang banget,” tutur Citra.

Perkembangan Citra juga mendapat apresiasi dari Maysaroh, wali asuh Citra di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67. Menurut Maysaroh, Citra merupakan anak yang memiliki semangat belajar tinggi dan selalu menunjukkan keinginan untuk mengetahui berbagai hal.

Citra juga dikenal cepat dalam menghafal materi pelajaran. Ia termasuk salah satu siswa yang paling cepat menyelesaikan tugas hafalan dan menyetorkannya kepada wali asuh.

Maysaroh berharap Citra dapat terus berkembang dan meraih kesuksesan pada masa mendatang. Ia juga berharap lingkungan Sekolah Rakyat dapat menjadi ruang yang mendukung Citra dalam mewujudkan cita-citanya.

Bagi Citra, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat mendapatkan pendidikan. Lingkungan tersebut menjadi ruang baru untuk belajar, mengembangkan bakat, membangun kepercayaan diri, sekaligus meninggalkan pengalaman sulit yang pernah dilaluinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *