Source: Kementrian ESDM Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan gas bumi.
Jakarta, Batas.id – Pemerintah terus memperkuat langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) melalui pengembangan jaringan gas (jargas) bagi rumah tangga. Program tersebut dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk memanfaatkan potensi gas bumi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan kebutuhan LPG nasional masih jauh melampaui kapasitas produksi dalam negeri. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih bergantung pada pasokan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Qodari, konsumsi LPG nasional untuk kebutuhan memasak mencapai sekitar lima juta metrik ton setiap tahun. Sementara itu, produksi domestik hanya sekitar 1,4 juta metrik ton sehingga sebagian besar kebutuhan masih harus dipenuhi dari luar negeri.
“Artinya, produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan. Sisanya masih berasal dari impor,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).
Ia menjelaskan, jaringan gas rumah tangga menggunakan gas bumi yang memiliki karakteristik berbeda dengan LPG. Jika LPG terdiri atas propana dan butana, jargas memanfaatkan gas bumi yang didominasi metana dan etana, sumber energi yang cadangannya lebih melimpah di Indonesia.
Dengan besarnya potensi gas bumi nasional, pemerintah menilai pemanfaatan jargas dapat menjadi alternatif yang lebih berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.
Meski demikian, pengembangan gas bumi masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek distribusi. Karena itu, pembangunan jaringan gas menjadi salah satu prioritas agar pasokan gas bumi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, program jargas juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG, meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi domestik, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari upaya optimalisasi sumber daya energi dalam negeri sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
