Sumber: @_pandangsudut | Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Massa menuntut penurunan harga sembako, BBM, pembukaan lapangan kerja, dan evaluasi kebijakan ekonomi pemerintah
Jakarta, Batas.id – Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta dengan membawa sejumlah tuntutan yang berfokus pada kondisi ekonomi masyarakat. Dalam aksi tersebut, massa yang mayoritas terdiri dari ibu rumah tangga menyampaikan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan persoalan kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Para peserta aksi melakukan long march dari kawasan Dukuh Atas menuju Istana Negara. Mereka membawa berbagai atribut rumah tangga seperti panci dan wadah makanan sebagai simbol kesulitan yang dihadapi keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan mengenakan pakaian bernuansa merah muda, para demonstran menyuarakan aspirasi terkait meningkatnya biaya hidup dan menurunnya daya beli masyarakat.
Menurut massa aksi, program MBG dianggap belum menjawab persoalan utama yang saat ini dirasakan masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Mereka menilai pemerintah perlu lebih fokus pada upaya menekan harga kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM), serta memperkuat kondisi ekonomi rumah tangga yang terdampak kenaikan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Selain menolak program MBG, demonstran juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain. Mereka meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga sembako dan BBM yang dinilai terus memberikan tekanan terhadap pengeluaran keluarga. Massa juga menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja baru guna mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam orasinya, peserta aksi menyampaikan bahwa kondisi ekonomi saat ini membuat banyak keluarga harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan dasar. Mereka berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan persoalan yang langsung dirasakan masyarakat, terutama terkait harga pangan, biaya transportasi, serta kesempatan kerja yang layak.
Aksi demonstrasi sempat diwarnai ketegangan ketika aparat keamanan melakukan pengaturan jalur untuk mencegah massa memasuki beberapa titik strategis di pusat kota. Sejumlah peserta aksi mencoba melanjutkan perjalanan menuju kawasan yang telah dibatasi sehingga terjadi dorong-dorongan dengan petugas. Meski demikian, situasi secara umum masih dapat dikendalikan dan aksi berlangsung hingga para demonstran menyampaikan tuntutannya.
Melalui demonstrasi tersebut, Aliansi Perempuan Indonesia berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi masyarakat, khususnya kaum perempuan dan ibu rumah tangga yang menjadi kelompok paling dekat dengan persoalan ekonomi keluarga. Mereka menegaskan bahwa kebijakan publik seharusnya mampu memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan membantu meringankan beban hidup yang saat ini masih dirasakan oleh banyak keluarga Indonesia.
