19/06/2026
Modus narkoba

Modus baru Narkoba di dalam Lapas dengan menggunakan layanagan sebagai media.

Kuningan, Batas.id – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Kelas IIA Kuningan, Jawa Barat, berhasil digagalkan petugas pengamanan. Pelaku diduga menggunakan layang-layang sebagai sarana untuk mengirimkan narkoba jenis sabu ke area dalam lapas.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 16.20 WIB saat petugas Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) melaksanakan patroli rutin. Saat melakukan pengawasan, petugas menemukan sebuah layang-layang yang tersangkut di kawat berduri pembatas antara blok hunian dan tembok luar lapas.

Karena mencurigakan, petugas kemudian menurunkan layang-layang tersebut untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan menemukan dua paket plastik bening yang direkatkan menggunakan lakban hitam pada badan layang-layang. Setelah dicek, paket tersebut berisi narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 1,4 gram.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, segera berkoordinasi dengan Satres Narkoba Polres Kuningan setelah temuan itu. Barang bukti berupa dua paket sabu, layang-layang, dan benang langsung diserahkan kepada pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan.

Polisi kini mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan narkoba yang beroperasi di luar maupun di dalam lapas. Penyelidikan diarahkan untuk mengidentifikasi pihak yang menerbangkan layang-layang serta narapidana yang diduga menjadi tujuan pengiriman barang haram tersebut.

Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku peredaran narkoba terus mengembangkan berbagai modus untuk menyelundupkan barang terlarang ke dalam lembaga pemasyarakatan. Menanggapi hal itu, pihak Lapas Kuningan menegaskan komitmennya dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Selain meningkatkan patroli rutin, pengawasan di area perimeter lapas juga diperketat melalui optimalisasi kamera pengawas (CCTV) dan pemantauan langsung petugas guna mencegah upaya penyelundupan serupa terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *