PIdato Kenegaraan Presiden Prabowo dalam rangka Hari Kebangkitar Bangsa di DPR sidang Paripurna 2026.
Jakarta, Batas.id — Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI pada 20 Mei 2026 menegaskan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia sebenarnya tidak memiliki harapan berlebihan untuk menjadi kaya raya. Menurutnya, yang paling diinginkan rakyat hanyalah kehidupan yang layak dan berkecukupan. Pernyataan tersebut menyoroti bahwa keberhasilan pembangunan tidak seharusnya hanya dinilai dari pertumbuhan ekonomi atau angka statistik semata, tetapi dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi masyarakat kecil, hidup layak berarti kebutuhan dasar dapat terpenuhi dengan baik. Orang tua mampu bekerja dan memperoleh penghasilan yang cukup untuk membeli makanan bergizi, susu bagi anak-anak, hingga memenuhi biaya pendidikan. Kehidupan layak juga berarti akses kesehatan yang mudah tanpa harus dibebani rasa khawatir terhadap biaya pengobatan. Selain itu, keluarga dapat tinggal di rumah yang aman dan nyaman sebagai bagian dari hak dasar warga negara.
Prabowo menilai bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat harus berpijak pada amanat Pasal 33 UUD 1945. Sumber daya alam Indonesia, menurutnya, harus dikelola negara dan digunakan sebesar-besarnya demi kepentingan rakyat. Ia menyoroti masih adanya kebocoran akibat praktik penyelundupan, permainan harga, dan penguasaan sumber daya oleh kelompok tertentu yang menghambat pemerataan kesejahteraan.
Pemerintah juga dinilai perlu memperkuat kebijakan ekonomi yang berpihak langsung pada masyarakat melalui APBN 2027. Fokus utama diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, penguatan bantuan sosial, pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar, stabilitas sosial dan produktivitas nasional diyakini akan ikut meningkat.
Pidato tersebut menjadi penegasan bahwa tujuan utama negara adalah memastikan seluruh rakyat dapat hidup layak. Negara hadir bukan semata menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.
