28/07/2026
Kericuhan di matraman

Polisi masih menyelidiki bentrokan antarkelompok di Menteng, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang. Tiga terduga pelaku telah diamankan dan belasan saksi diperiksa.

Jakarta, Batas.id – Polisi masih menyelidiki bentrokan antarkelompok yang terjadi di kawasan Jalan Tambak dan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7). Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sementara sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keributan diduga bermula dari perselisihan di sekitar gerobak pedagang makanan di kawasan Matraman Dalam. Polisi menyebut sekelompok orang yang melintas sempat terlibat cekcok dengan warga sebelum akhirnya kembali ke lokasi bersama sejumlah rekannya.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi perusakan terhadap gerobak pedagang dan bentrokan yang melibatkan dua kelompok. Massa dilaporkan saling melempar batu serta menggunakan benda tumpul seperti kayu dan bambu. Sejumlah fasilitas di sekitar lokasi mengalami kerusakan, termasuk kendaraan yang terbakar.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan petugas yang datang ke lokasi berupaya membubarkan bentrokan. Namun, banyaknya massa yang terlibat membuat kerusuhan sulit dikendalikan hingga memakan korban.

Dua orang sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Salah satunya, berinisial K (23), kemudian dinyatakan meninggal dunia, sementara seorang korban lainnya masih menjalani penanganan medis.

Dalam olah tempat kejadian perkara, penyidik menemukan sejumlah barang bukti berupa puing bangunan, kendaraan yang terbakar, batu, serta bercak darah yang kini menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung mengatakan tiga orang berinisial S, T, dan U telah diamankan karena diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Selain itu, sekitar 15 orang juga dimintai keterangan untuk mengurai rangkaian peristiwa serta menentukan peran masing-masing.

Menurut Reynold, penyidik memisahkan pemeriksaan berdasarkan rangkaian kejadian, termasuk dugaan perusakan gerobak pedagang dan bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak. Polisi menegaskan seluruh pihak yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, aparat masih mendalami motif awal perselisihan, termasuk dugaan aksi menggeber sepeda motor yang memicu cekcok antara sejumlah orang dengan warga sekitar. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya faktor lain yang turut memicu bentrokan tersebut.

Di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial, Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membantah sejumlah narasi yang belum terverifikasi, termasuk klaim bahwa bentrokan dipicu persoalan tidak membayar makanan maupun adanya perusakan rumah ibadah.

Berdasarkan hasil klarifikasi kepada pedagang dan pengurus masjid di sekitar lokasi, polisi menyatakan informasi tersebut tidak terbukti. Penyidik mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya serta menunggu hasil penyelidikan resmi.

Hingga kini, personel kepolisian bersama TNI masih disiagakan di kawasan Jalan Tambak dan Matraman Dalam untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Proses penyelidikan terhadap penyebab dan pihak-pihak yang bertanggung jawab masih terus berlangsung.

Source: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *