PADANG, BATAS.id – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Sumatera Barat yang jatuh pada 1 Oktober 2026, sebuah langkah sinergis berskala besar tengah dipersiapkan. Perkumpulan Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia (APITU Indonesia) bersama organisasi kemasyarakatan Solok Saiyo Sakato (S3) berencana menggelar rangkaian kegiatan besar berbasis lingkungan dan teknologi.
Kolaborasi ini diawali dengan presentasi proposal di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, DPP APITU Indonesia, dan DPP S3 oleh Dr. Ir. Suhengki, A.Md.Pi., A.Pi., M.T., selaku Kepala Biro Litbang dan SDM APITU Indonesia. Gagasan yang diusung membawa visi besar, yaitu “Pengembangan Perikanan Berkelanjutan Berbasis Teknologi Konservasi Energi Sektor Ekonomi Biru.
Rangkaian acara yang diusulkan tidak main-main. Pihak panitia menargetkan sekitar 10.000 peserta untuk meramaikan jalan santai, yang akan dipadukan dengan seminar nasional serta pameran (expo) teknologi.

Agenda utamanya, Seminar/Lokakarya Perikanan Nasional, akan berfokus pada penguatan sektor kelautan melalui implementasi ekonomi biru. Lima sub-tema krusial yang akan dikupas tuntas bersama para akademisi, regulator, dan pelaku industri meliputi:
- Perikanan Budi Daya: Penerapan konservasi teknologi untuk sistem budi daya berkelanjutan.
- Perikanan Tangkap: Optimalisasi teknologi konservasi pada sektor tangkap.
- Pengolahan Hasil Perikanan: Inovasi produk berbasis pendekatan teknologi hijau.
- Teknologi Mesin Perikanan: Penerapan mesin pembekuan hemat energi dan cold storage ramah lingkungan untuk nelayan skala kecil.
- Pariwisata Pesisir: Integrasi teknologi dalam pariwisata bahari berkelanjutan.
Pameran teknologi ini nantinya akan melibatkan berbagai SKPD terkait, akademisi, hingga lintas industri mulai dari sektor HVACR, permesinan kapal, industri pakan, perbankan, hingga UMKM perikanan se-Sumatera Barat.
Kerja sama ini lahir dari kesamaan visi pengabdian masyarakat antara APITU Indonesia dan S3. S3, sebagai organisasi yang menghimpun perantau Minangkabau asal Solok Raya (Kota Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan), memiliki kekuatan jejaring intelektual dan sumber daya yang tersebar di berbagai provinsi.
Di sisi lain, APITU Indonesia diperkuat oleh para praktisi, teknisi, dan pelaku usaha di bidang pendingin dan tata udara. APITU berkomitmen penuh pada program industri hijau lewat SDIGIS (Smart Digitalization and Green Industry System) yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui keahlian dalam efisiensi sistem rantai dingin (cold chain), APITU siap memodernisasi sektor perikanan domestik hingga industri.
“APITU Indonesia akan berperan aktif dalam menghubungkan para pelaku sektor perikanan dengan industri serta produsen terkait guna memperkuat implementasi ekonomi biru secara berkelanjutan,” ujar Ketua Umum APITU Indonesia, Agus Susilo, dalam sesi diskusi bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sumbar, Syefdinon, S.Sos., M.M.
Rencana matang ini disambut hangat oleh jajaran pemerintah daerah. Gubernur beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan sangat mendukung rencana kegiatan kolaboratif ini dan akan segera menindaklanjutinya dalam waktu dekat.
Melalui momentum HUT ke-81 Sumbar ini, sinergi antara jaringan perantau S3 dan kompetensi teknis APITU Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Sumatera Barat yang maju, berdaya saing, berbudaya, dan berkelanjutan. (Batas.id/SR)
